José Mourinho ungkap alasan pemecatan dari Tottenham jelang final Piala Liga

Jakarta, Maret.id — José Mourinho memberikan tanggapan mengenai pemecatannya yang mengejutkan dari Tottenham Hotspur beberapa hari menjelang final Piala Liga 2021. Dalam wawancara eksklusif di podcast Beast Mode On, Mourinho menyatakan bahwa ancamannya untuk menempatkan Heung-min Son di bangku cadangan sebelum pertandingan mungkin berkontribusi pada keputusan manajemen.
Mourinho, yang sebelumnya melatih Chelsea dan Manchester United, kembali ke Liga Premier pada November 2019. Dia ditugaskan untuk mengakhiri penantian panjang Spurs akan trofi besar. Kesempatan itu datang ketika Tottenham menjalani laga final Piala Liga melawan Manchester City, tetapi Mourinho dipecat empat hari sebelum pertandingan.
Keputusan tersebut mengejutkan Mourinho. Dalam podcast bersama Adebayo Akinfenwa, ia menyatakan, “Saya tidak percaya. Wembley nyaris kosong… Man City akan memiliki beberapa ribu penggemar, sedangkan Tottenham hanya beberapa ribu.” kata Mourinho. Ia menambahkan bahwa saat itu Spurs belum meraih trofi apapun, yang menjadi beban mental bagi tim.
Mourinho juga mengingat bagaimana manajemen Tottenham menekankan pentingnya finis di empat besar, bahkan lebih dari final Piala Liga. “Saya yakin salah satu alasannya adalah karena fokus saya memang tertuju pada final, bukan pada pertandingan melawan Southampton.” kata Mourinho.
Ia mengungkapkan, “Bagi saya, pertandingan yang penting adalah final. Itu adalah medali dan kebahagiaan bagi para penggemar.” Mourinho mencemaskan ketidakhadiran Harry Kane di final dan menyatakan bahwa keputusan untuk menempatkan Son di bangku cadangan adalah hal yang sulit.
Tottenham akhirnya kalah 1-0 dari Manchester City, dan kutukan tanpa gelar mereka baru terhapus pada tahun 2025 ketika mereka menjuarai Liga Europa. Sementara itu, Mourinho telah melatih beberapa klub, termasuk Roma dan Fenerbahçe, sebelum kembali ke Real Madrid.
Mourinho menekankan pentingnya persatuan antara pelatih, presiden klub, dan suporter. “Hal ini sangat penting karena Anda berada di tangan mereka (pemilik klub). Meskipun purasan suporter terhadap saya baik, pada akhirnya pemilik klub yang membuat keputusan.” ujar Mourinho.
Selama masa jabatannya, Mourinho merasa terbatasi oleh pandemi COVID-19, yang membatasi interaksi dengan penggemar. “Tottenham identik dengan COVID. Saya merindukan ikatan dengan para suporter.” kata Mourinho.
Sementara itu, reaksi dari penggemar sepak bola di Tanah Air sangat beragam. Banyak yang mendukung Mourinho untuk kembali ke manajer klub-klub top, menganggapnya sebagai sosok pelatih yang mampu meraih kesuksesan. “Mourinho adalah pelatih hebat, tetapi dia harus bisa beradaptasi dengan situasi dan tantangan yang ada.” ujar seorang penggemar sepak bola Indonesia.





