Pernyataan pedas usai Belanda kalahkan Tunisia tak layak ditonton

Jakarta, Maret.id — Hans Kraay junior menyatakan optimisme tinggi terhadap penampilan tim nasional Belanda setelah meraih kemenangan 3-1 atas Tunisia. Oranje, yang cepat unggul 2-0, berhasil mengamankan posisi mereka sebagai juara grup.
Kemenangan ini mengantarkan Belanda untuk bersiap menghadapi Maroko di babak sistem gugur. Maroko sendiri berstatus runner-up di grup setelah Brasil. Pemenang pertandingan ini akan bertemu Kanada atau Afrika Selatan di babak 16 besar.
Dalam program “WK Praat” di ESPN, Kraay junior menggambarkan kemenangan ini sebagai “kemenangan biasa, dengan beberapa pemain bagus” dalam tim. Dia menyoroti penampilan Denzel Dumfries dan Brian Brobbey sebagai contoh pemain yang tampil menonjol.
“Kami melihat Dumfries menemukan ritmenya, terutama dengan umpan silangnya yang keras,” ujar Kraay junior tentang bek kanan yang diperkirakan segera bergabung dengan Real Madrid. Umpan silang Dumfries menjadi kunci, yang mengakibatkan gol bunuh diri dari Ellyes Skhiri dalam waktu 2,5 menit.
Kraay junior juga mencatat kontribusi Brobbey yang mengesankan. “Dia membantu timnas Belanda, terutama melawan tim dengan pertahanan solid. Menyenangkan bisa mengoper bola kepadanya,” tambahnya.
Namun, Perez, seorang analis asal Denmark, memberi catatan bahwa Tunisia bukanlah ukuran yang baik. “Pertandingan ini adalah seperti pertarungan antara profesional dan amatir,” kata Perez, merespons performa tim Afrika Utara yang pulang tanpa poin.
Dia lebih lanjut berkomentar tentang kualitas permainan Tunisia, “Seolah-olah klub Eredivisie melawan VV Spanbroek. Cara kiper bereaksi dan cara pemain bergerak sangat amatir. Tidak layak ditonton.”
Respons dari penikmat sepak bola Indonesia pun hadir, dengan banyak yang berharap Belanda bisa meraih kesuksesan lebih jauh di turnamen ini. “Tim ini terlihat memiliki potensi dan semoga dapat mengalahkan Maroko,” ujar Budi, seorang penggemar sepak bola lokal yang mengikuti perkembangan timnas Belanda.





