Pelatih Ghana Ungkap Trik Lawan Kane dan Insiden Bellingham

Jakarta, Maret.id — Pelatih kiper tim nasional Ghana, Dan Gaspar, memberikan penjelasan menarik terkait isu penggunaan sihir hitam untuk menghentikan penyerang Inggris, Harry Kane, dalam pertandingan mereka di Piala Dunia 2026. Isu ini mencuat bersamaan dengan insiden kontroversial yang melibatkan Jude Bellingham.
Timnas Ghana telah berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah menunjukkan performa mengesankan melawan Panama dan Inggris. Mereka kini menempati posisi kedua grup dengan raihan 4 poin berkat kemenangan 1-0 atas Panama dan hasil imbang 0-0 melawan Inggris. Meski nanti akan menghadapi Kroasia, Ghana sudah memastikan tempat sebagai salah satu dari tiga tim terbaik grup.
Ghana, yang dikenal sebagai “Black Stars”, menunjukkan ketangguhan mereka di lini pertahanan, terutama saat melawan Inggris. Mereka berhasil mencegah tim “Tiga Singa” yang sebelumnya mencetak banyak gol melawan Kroasia dari menciptakan peluang berarti. Kini, Ghana merupakan salah satu dari hanya empat tim yang belum kebobolan di Piala Dunia ini, bergabung dengan Meksiko, Spanyol, dan Argentina.
Menanggapi klaim dari penyihir Ghana, Nana Kwaku Bonsam, yang menyatakan niatnya untuk menghalangi Harry Kane, Gaspar menjelaskan, “Saya sangat menghormati budaya dan tradisi di Ghana, tetapi persiapan kami dibangun atas dasar kerja keras.” lanjutnya, “Kisah-kisah ini mungkin telah membuat banyak orang tersenyum, tetapi di dalam kamp kami, satu-satunya ‘sihir’ yang kami yakini adalah persiapan yang baik.”
Gaspar menekankan bahwa ketahanan timnya adalah hasil dari disiplin taktis dan komitmen tinggi dari para pemain. “Harry Kane tetap menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia, dan apa yang dicapai para pemain kami adalah berkat apa yang mereka tunjukkan di lapangan,” kata Gaspar. Ia juga mengakui bahwa pihaknya menyambut dukungan dari berbagai sumber, “termasuk jika itu datang dari si penyihir Ghana.”
Kiper tim Ghana, Benjamin Asarilla, dikenal berkat penampilan luar biasanya di turnamen ini. Gaspar menegaskan bahwa “pertahanan adalah tanggung jawab bersama,” menyoroti pentingnya peran seluruh pemain dalam menjaga gawang tetap bersih. Ia mengatakan, “Di level ini, pertandingan sering kali ditentukan hanya oleh satu atau dua momen,” sehingga kesiapan mental para kiper sangat diperlukan.
Pertandingan antara Inggris dan Ghana juga diwarnai insiden ketika Bellingham terlibat adu mulut dengan staf teknis Ghana. “Sepak bola adalah permainan yang penuh emosi, terutama di turnamen sebesar Piala Dunia,” ujar Gaspar. Ia menjelaskan bahwa situasi segera mereda dan semua pemain kembali fokus untuk bermain.
“Begitu pertandingan dilanjutkan, kedua tim kembali fokus pada sepak bola, sebagaimana seharusnya,” tambahnya.
Reaksi dari penggemar sepak bola Indonesia terhadap isu ini cukup beragam. Banyak yang menilai bahwa persaingan dalam Piala Dunia seharusnya tetap berlandaskan semangat sportivitas. “Tentunya ini memperlihatkan semangat yang tinggi dari kedua tim. Harapan kita, semoga sepak bola membawa kita lebih dekat sebagai bangsa,” kata Andi, seorang penggemar sepak bola lokal.





