Olahraga

Pemenang dan kekalahan di Piala Dunia 2026 Cape Verde Messi Bielsa dan Turkiye

Jakarta, Maret.id — Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 berakhir dengan dramatis pada Sabtu, saat Austria mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 melawan Aljazair. Hasil tersebut memastikan Austria lolos ke babak gugur dan menyingkirkan Iran, yang semula diharapkan bisa lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga.

Sementara itu, Lionel Messi masuk sebagai pemain pengganti dan membantu Argentina mempertahankan rekor kemenangan 100 persen, dengan kemenangan 3-1 atas Yordania. Kemenangan ini memperpanjang rekor gol Messi di putaran final menjadi 19 gol.

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo gagal membawa Portugal menggeser Kolombia dari puncak Grup K, setelah Selecao hanya bisa bermain imbang 0-0 dengan Los Cafeteros di Miami. Republik Demokratik Kongo berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Uzbekistan, memastikan tempat di babak 32 besar, bersama Kroasia yang membutuhkan gol pada menit ke-83 melawan Ghana untuk lolos.

Meskipun terdapat beberapa tim yang tampil mengesankan, banyak yang juga mengecewakan di babak penyisihan grup terbesar dalam sejarah Piala Dunia ini. “Segalanya berjalan baik bagi tuan rumah bersama Piala Dunia,” terang analis sepak bola, yang mengacu pada keberhasilan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada lolos ke babak gugur.

Timnas AS dan Meksiko telah mengamankan posisi teratas grup mereka, dengan Meksiko khususnya berpeluang bermain di kandang sendiri pada babak 32 besar dan 16 besar jika berhasil mengalahkan Ekuador di Stadion Azteca. “Kami memiliki peluang nyata untuk mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 1986,” ujar seorang pengamat sepak bola daerah.

Namun, perjalanan Kanada berakhir lebih cepat dengan kekalahan 2-1 dari Swiss, tetapi mereka mencatat pencapaian besar setelah lolos dari babak penyisihan grup di turnamen ini.

Di sisi lain, pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, dipecat setelah kekalahan 5-1 dari Swedia, menjadikannya pelatih pertama dalam sejarah Piala Dunia yang dipecat setelah satu pertandingan. Meski demikian, masalah yang dihadapi timnas jauh lebih rumit dari sekedar performa pelatih.

Sebastian Beccacece, pelatih Ekuador, merayakan kemenangan 2-1 atas Jerman yang memungkinkan timnya melangkah ke babak gugur. “Ini untuk rakyat,” kata Beccacece, menekankan kebanggaan nasional setelah menciptakan kejutan besar di New Jersey.

Timnas Iran terpaksa tersingkir dari Piala Dunia di tengah kondisi yang sangat sulit. Mereka nyaris lolos ke babak 32 besar setelah gol ‘penentu kemenangan’ mereka dianulir karena offside yang tipis. “Kami dihantui oleh kondisi terburuk yang mungkin terjadi,” ucap pelatih Amir Ghalenoei.

Sementara itu, klub Cape Verde menunjukkan prestasi luar biasa dengan memuncaki grup mereka dan memastikan tempat di babak 32 besar. “Jujur, ini gila,” kata gelandang Deroy Duarte setelah laga imbang melawan Arab Saudi yang memastikan lolosnya mereka.

Melihat peluang timnas Indonesia ke depan, mantan pemain dan pendukung sepak bola lokal menekankan perlunya dukungan lebih dari semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen internasional. “Dengan pengembangan yang tepat, kita bisa bermimpi untuk mencapai level yang sama seperti tim-tim kuat di dunia,” ujar seorang pengamat sepak bola lokal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button