Olahraga

Peter Shilton ungkap bagaimana VAR bisa ubah sejarah Inggris dan Maradona

Jakarta, Maret.id — Peter Shilton, mantan kiper Inggris, baru-baru ini menjelaskan kepada GOAL mengenai potensi perubahan sejarah sepak bola jika Video Assistant Referee (VAR) telah diterapkan pada tahun 1986. Ia berpendapat bahwa insiden terkenal ‘Tangan Tuhan’ yang dilakukan Diego Maradona tidak akan terjadi sama sekali.

Maradona menjadi ikon sepak bola saat membawa Argentina meraih Piala Dunia di Meksiko. Penampilannya pada perempat final melawan Inggris, dengan dua gol yang fenomenal, mengukuhkan posisinya di pentas global. Gol pertama yang kontroversial, di mana Maradona menyentuh bola dengan tangan, dan gol keduanya yang luar biasa, yang dikenal sebagai ‘Gol Abad Ini’, menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola.

Dalam wawancaranya, Shilton mengungkapkan, “Dengan VAR, saya rasa kedua gol Argentina itu akan dianulir… Sekiranya VAR sudah ada saat itu, situasinya pasti akan sangat berbeda,” kata Shilton, menggambarkan kekecewaannya selama bertahun-tahun.

Dia juga menambahkan, “Saya tahu tidak semua orang menyukainya, tapi saya hanya berharap VAR sudah ada pada hari itu,” kata Shilton. Akibat kontroversi itu, pencapaian Inggris di turnamen tersebut dirasa terhambat.

Shilton menyebutkan bahwa pada saat itu, Inggris diharapkan lebih tegas dalam melakukan pelanggaran yang dapat menghentikan Maradona. “Dalam hal ini, kami di Inggris selalu diajarkan untuk bermain secara adil,” ujarnya. Namun, dia menyatakan keyakinannya bahwa tim lain mungkin akan mengambil tindakan berbeda.

Kini, Inggris kembali bersaing di Piala Dunia 2026 dengan harapan untuk merebut gelar juara. Tim asuhan Thomas Tuchel berhasil mencapai babak 32 besar dan akan menghadapi Republik Demokratik Kongo. Penantian panjang untuk meraih kesuksesan nyata telah menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh The Three Lions.

Acara yang merayakan 40 tahun sejak pertandingan ikonik di Piala Dunia 1986 diadakan dengan memberikan penghormatan kepada momen tersebut. Dalam acara ‘The Official Makeup’, Shilton menjabat tangan dengan maskot yang melambangkan insiden legendaris itu. Hal ini menandai momen penting dalam rekonsiliasi untuk mengatasi masa lalu.

Reaksi dari penggemar sepak bola Indonesia terhadap perdebatan ini sangat beragam. Banyak yang percaya bahwa teknologi VAR harus diterapkan guna menghentikan kontroversi yang menghambat kompetisi. “VAR bisa membawa keadilan, kita butuh di setiap pertandingan,” kata salah satu penggemar sepak bola Indonesia, mengungkapkan pandangannya mengenai pentingnya keadilan dalam olahraga yang penuh emosi ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button