Ismael Saibari buat Belanda gagal adu penalti setelah taktik Koeman berbalik merugikan

Jakarta, Maret.id — Tim nasional Belanda harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari Piala Dunia 2023 dengan cara yang menyakitkan. Pada pertemuan melawan Maroko di Stadion Monterrey, Belanda terlihat hampir lolos usai gol dari Cody Gakpo pada menit ke-72. Namun, Issa Diop membalas dengan sundulan di masa tambahan waktu yang memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti, sebelum Maroko akhirnya menang 3-2.
Ismael Saibari menjadi pahlawan bagi Maroko dengan mencetak tendangan penalti penentu. “Itu adalah hasil yang sangat mengecewakan bagi kami,” kata Ronald Koeman, Pelatih Belanda. Timnya kini dihadapkan pada sejumlah pertanyaan serius setelah kekalahan mendalam ini.
Sepanjang laga, Belanda menjalani permainan yang kurang memuaskan. Maroko mendominasi penguasaan bola dan menciptakan berbagai peluang. Salah satu momen krusial datang dari Azzedine Ounahi pada babak pertama, namun tendangannya melebar. Bart Verbruggen, kiper Belanda, melakukan dua penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap bersih.
Momen terbaik pertahanan Belanda terjadi pada menit ke-60. Achraf Hakimi hampir mencetak gol setelah berhasil melewati pertahanan, tetapi Micky van de Ven tampil brilian untuk menghentikan peluang tersebut.
Usai jeda minum, Belanda seolah mendapatkan energinya kembali. Gakpo mencetak gol setelah menerima bola lepas dari Crysencio Summerville, yang menciptakan peluang dalam serangan balik. Keberhasilan tersebut tampak membawa harapan bagi Belanda.
Namun, situasi berbalik. Virgil van Dijk melakukan intervensi penting untuk menggagalkan upaya Saibari. Belanda terlihat mampu meraih kemenangan, meski dalam posisi terdesak sepanjang pertandingan.
Moment krusial terjadi saat Diop menyundul bola di masa tambahan waktu untuk menyamakan kedudukan. “Kami terus berjuang hingga akhir,” kata Diop, Pemain Maroko. Kiper Verbruggen berusaha menyelamatkan situasi, tetapi tekanan terus meningkat.
Dalam adu penalti, Belanda menunjukkan ketegangan yang jelas. Teun Koopmeiners berhasil mencetak gol, tetapi Justin Kluivert dan Quinten Timber gagal. Yassine Bounou dari Maroko menggagalkan tendangan Summerville, sementara Saibari menentukan kemenangan bagi timnya.
Kekalahan ini menjadi yang paling menyakitkan bagi Belanda di Piala Dunia era modern. Pertanyaan akan muncul mengenai strategi Koeman dan performa tim. “Kami memiliki banyak potensi, tetapi tidak bermain dengan efisien,” tambah Koeman.
Reaksi dari dunia sepakbola Indonesia pun cukup ramai. “Kekalahan Belanda mengejutkan, kami berharap bisa melihat pertunjukan lebih baik dari tim-tim Eropa di Piala Dunia,” ujar Andi, seorang penggemar futbol asal Jakarta.





