Christian Pulisic kagumi penampilan Zlatan Ibrahimovic di TV

Jakarta, Maret.id — Zlatan Ibrahimovic, mantan bintang sepak bola yang kini berprofesi di media, tetap menarik perhatian berkat komentarnya yang tajam dan persaingan dengan mantan bek tim nasional AS, Alexi Lalas. Ibrahimovic, yang saat ini menjadi bagian dari tim liputan Piala Dunia FOX, kembali menunjukkan keberaniannya dalam kritik terhadap tim dan pelatih sepak bola.
Christian Pulisic, yang pernah bermain bersama Ibrahimovic di AC Milan, juga memberikan penilaiannya. “Menurut saya, dia sangat lucu,” kata Pulisic. “Tentu saja, saya juga sudah sering bekerja sama dengannya. Dia orang yang sangat baik, tapi hanya dengan mendengarkan dia dan mengenal kepribadiannya, saya rasa dia melakukan tugasnya dengan sangat baik,” ujar Pulisic kepada media setelah sesi latihan Timnas AS menjelang pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina.
Ibrahimovic baru-baru ini mengomentari kekalahan tim Belanda dalam adu penalti melawan Maroko. “Kekalahan ini adalah kesalahan [Ronald] Koeman karena saya tidak mengenali tim Belanda ini,” ujarnya. “Dia kalah dengan identitas yang bukan identitas Belanda. Itu membuat saya marah,” tambahnya. Ibrahimovic juga mengkritik gaya bermain Belanda yang menurutnya tidak sesuai dengan tradisi sepak bola mereka.
Lebih lanjut, ia menyatakan, “Saya selalu diajarkan: serang, serang, serang. Ini bukan identitas Belanda. Hari ini, Koeman tampak seperti pelatih Italia, bermain untuk tidak kalah, padahal Belanda selalu bermain untuk menang.” Ia juga menggarisbawahi bahwa permainan tim Belanda terasa tidak nyaman dan jauh dari identitas mereka yang sebenarnya.
Sementara itu, Pulisic diperkirakan akan menjadi starter dalam pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina pada Rabu di San Francisco Bay Area Stadium setelah pulih dari cedera. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.00 ET.
Sebagai reaksi terhadap kekalahan Belanda dan pernyataan Ibrahimovic, seorang penggemar sepak bola di Jakarta mengatakan, “Kritik Zlatan sangat tajam, tapi sangat tepat. Semoga tim Indonesia bisa belajar dari pengalaman ini dan tetap berpegang pada identitas mereka dalam bermain.”





