Erick Thohir Soroti Potensi Besar Sport Tourism untuk Dorong Ekonomi Olahraga

Jakarta, Maret.id — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti potensi besar sektor sport tourism dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia meyakini bahwa sektor ini bisa menjadi salah satu pilar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Potensi pendapatan dari sport tourism diperkirakan akan meningkat sekitar 8 persen setiap tahunnya, mencapai hampir USD625 miliar atau setara dengan Rp9.800 triliun. “Sekarang berapa negara di dunia yang punya pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen? Bapak Presiden ingin 8 persen. Artinya, komponen dari sport tourism ini mesti menjadi salah satu bagian dari pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh,” jales Erick Thohir.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kontribusi industri olahraga global yang mencapai USD521 miliar atau Rp8.000 triliun dan diperkirakan akan tumbuh 25 persen hingga tahun 2032. “Kita punya sumber daya alam, industrialisasi, tetapi banyak yang terlupakan dengan sport tourism,” tuturnya.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berfokus pada meningkatkan revenue opportunity serta branding nasional melalui sport tourism. “Jadi ini paradigma yang kami dari Kemenpora sekarang sedang mencoba menyamakan pola pikir dengan seluruh pemangku kepentingan stakeholders,” ucap Erick.
Event-event olahraga berskala nasional dan internasional menjadi fokus Kemenpora untuk mendorong sektor ini. Penyelenggaraan event olahraga tidak hanya berimbas pada acara itu sendiri, tetapi juga pada sektor ekonomi yang lebih luas. Contoh yang jelas adalah balap motor MotoGP dan balap mobil Formula 1 yang banyak diminati negara-negara untuk diselenggarakan.
Erick juga mengungkapkan dampak positif dari MotoGP di Indonesia yang mencapai Rp4,9 triliun. Perputaran ekonomi di Mandalika, lokasi penyelenggaraan, terlihat dari banyaknya rumah makan yang dibuka dan investasi vila di kawasan pesisir. Hal ini juga berdampak pada destinasi wisata lainnya di sekitar lokasi acara.
Sebagai reaksi terhadap pernyataan Menpora, seorang pengamat olahraga di Indonesia, Rudi Hartono, menyatakan, “Inisiatif ini sangat penting untuk meningkatkan ekonomi lokal. Harapan kami, lebih banyak event internasional yang bisa dihadirkan di Indonesia.” kata Rudi Hartono, Pengamat Olahraga Nasional.





