Olahraga

Rita Protes Pemerintah Usai Raih Medali Emas World Climbing Series Krakow 2026

Jakarta, Maret.id — Atlet panjat tebing Desak Made Rita secara tegas menyampaikan protes kepada pemerintah Indonesia. Protes ini dilayangkan setelah ia meraih tiga medali dalam ajang World Climbing Series di Krakow, Polandia, pada 3-5 Juli 2026.

Dalam wawancara dengan media lokal, Rita mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurangnya dukungan dari pemerintah menjelang keberangkatannya ke kompetisi ini. “Sebelum saya berangkat ke Krakau, saya tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah,” ungkap Rita.

Ajang World Climbing Series kali ini menjadi pembuktian penting. Ini merupakan kejuaraan panjat tebing tingkat dunia pertama yang menggunakan dinding nomor speed dengan empat lajur. Keberhasilan Rita ini bukanlah yang pertama di tingkat internasional. Pada 2025, ia berhasil menangkan medali emas dengan mencatat waktu 6.27 detik, mengalahkan Emma Hunt dari Amerika Serikat.

Pada tahun ini, Rita berhasil mencatat waktu 6.54 detik, mengalahkan Natalia Kalucka, pemanjat asal Polandia. “Saya berharap dengan prestasi ini akan menjadi perhatian dari pemerintah dan memberikan dukungannya,” kata Rita.

Tak hanya di nomor speed, Rita juga meraih medali perak bersama Antasyafi Robby Al Hilmi di kelas estafet campuran. Selain itu, ia juga berkolaborasi dengan Rajiah Sallsabillah untuk merebut medali perunggu di kelas estafet putri. Raharjati Nursamsa, atlet Indonesia lainnya, juga berhasil menyumbangkan medali perunggu pada nomor perseorangan putra.

Reaksi atas prestasi Desak Made Rita cukup positif. Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengungkapkan dukungannya kepada para atlet. “Ini adalah momen yang membanggakan bagi bangsa, dan kami akan berupaya lebih dalam mendukung atlet-atlet kita ke depan,” kata Sandiaga Uno. Komentar tersebut mencerminkan harapan akan peningkatan perhatian pemerintah terhadap atlet olahraga Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button