Doku ceritakan pengalaman di ruang gawat darurat Amerika

Jakarta, Maret.id — Winger asal Belgia, Jeremy Doku, mengungkapkan perjalanan emosionalnya selama keikutsertaannya di Piala Dunia 2026. Ia berbagi tentang kondisi kesehatan dan keadaan darurat keluarga yang mengganggu penampilannya di turnamen tersebut.
Doku memasuki Piala Dunia dengan harapan tinggi, namun ia harus melewati infeksi pernapasan akut yang membuatnya absen dari pertandingan kedua grup melawan Iran. Pertandingan itu berakhir imbang tanpa gol, sementara kondisi Doku ternyata lebih kritis dari yang diperkirakan.
Melalui akun Instagram-nya, Doku mengungkapkan, “Saya belum pernah merasakan sakit seperti ini dalam hidup saya, saya tidak bisa bergerak, dan saya merasa ingin menangis. Saat itu pukul satu dini hari ketika saya terpaksa pergi ke unit gawat darurat.” kata Doku.
Ketegangan selama Piala Dunia semakin bertambah ketika ia menerima kabar kelahiran anak pertamanya. Ia menceritakan, “Saya terbangun tiba-tiba, seseorang memberi tahu saya bahwa istri saya sedang mengalami sakit persalinan. Saat itu saya berpikir: saya harus melihat anak saya.”
Doku pun meninggalkan pemusatan latihan Belgia sejenak untuk terbang ke London dan menyaksikan kelahiran bayinya, Brize. Namun, tindakan ini menuai kontroversi di Belgia mengenai tanggung jawab seorang pemain sebagai ayah di tengah turnamen besar. Ia berkata, “Sekarang saya berusaha keras untuk menjadi ayah sebaik mungkin.”
Dalam hal performanya di lapangan, Doku mengakui bahwa ia tidak tampil maksimal. Timnas Belgia terpaksa tersingkir dari perempat final setelah kalah 2-1 dari Spanyol, yang kemudian menjadi juara.
Doku menyampaikan penyesalannya, “Saya berharap bisa memberikan dampak yang lebih besar selama turnamen ini. Saya tidak akan pernah melupakan Piala Dunia 2026.”
Sahabat sepakbola Indonesia, Adit, menyampaikan, “Perjuangan Doku mencerminkan betapa besar pengorbanan yang harus dilakukan seorang pemain. Baik dalam karier maupun kehidupan pribadi, mereka harus bisa seimbang.”





