Míchel Sánchez khawatir tentang potensi Ajax yang belum tersalurkan

Jakarta, Maret.id — Míchel Sánchez terkejut dengan performa timnya pada babak pertama saat melawan PEC Zwolle. Meskipun Ajax berhasil meraih kemenangan berkat gol Jorthy Mokio dan Julian Brandt setelah jeda, sang pelatih tetap mencurahkan perhatian pada kritik untuk penampilan awal timnya.
“Saya dan staf mencoba mencari alasan,” kata Míchel saat menjelaskan kondisi tim di babak pertama. “Masalah Mika bisa saja menjadi salah satu sebabnya. Tim dalam sepuluh menit tidak tahu apakah dia bisa bermain atau tidak.”
“Kami merasakan tekanan dari pekan pertama. Performa saat menguasai bola tidak cukup baik. Kami membuat banyak kesalahan yang tidak perlu. Dengan talenta yang dimiliki Ajax, saya tidak mengerti hal itu. Saya khawatir mengenai hal tersebut,” ujarnya menambahkan.
“Ajax selalu merasakan tekanan untuk menang dan kami memerlukan pemain yang memiliki mentalitas untuk menghadapi tekanan tersebut,” kata Míchel, yang mencatat peningkatan performa timnya di babak kedua.
Setelah kartu merah untuk bek PEC, Sherel Floranus, Ajax akhirnya membuka skor melalui Mokio. Julian Brandt, dalam debut Eredivisie-nya, menambah keunggulan menjadi 0-2 pada masa injury time berkat assist dari Mika Godts, yang mungkin akan menjadi laga terakhirnya untuk Ajax.
“Julian Brandt, Marc ter Stegen, Tolu Arokodare, dan Marcos Leonardo adalah pemain yang membuat perbedaan bagi kami. Mereka meningkatkan performa rekan-rekan setimnya. Namun, mereka belum sepenuhnya bugar,” jelas Míchel.
“Mereka masih harus banyak beradaptasi dengan tim. Namun, Eredivisie sudah dimulai dan kami harus segera menerjunkan mereka di lapangan. Jika tidak, akan sulit untuk bersaing,” imbuhnya.
“Mereka belum menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, jadi terkadang kami masih harus sedikit menderita,” kata Míchel, yang kini bersiap untuk pertandingan berikutnya. Ajax akan bermain tandang di Irlandia untuk leg kedua Conference League melawan Shelbourne pada hari Kamis.
Sebagai pendukung sepak bola di Indonesia, banyak yang menantikan bagaimana Ajax bisa mengatasi tekanan dan performa yang belum stabil ini. “Saya percaya Ajax akan segera kembali ke permainan terbaik mereka,” ujar seorang penggemar lokal.





