Olahraga

Di Canio kritik Allegri dan ungkap situasi Napoli saat ini

Jakarta, Maret.id — Paolo Di Canio, mantan penyerang dan kini komentator untuk Sky, berbicara dalam wawancara dengan Corriere della Sera mengenai dinamika tim-tim besar di Serie A. Wawancara ini hadir kurang dari dua pekan menjelang dimulainya kompetisi.

Di Canio menyoroti sosok Rafael Leao yang menjadi perbincangan panas. “Kita selalu bertanya-tanya mengapa dia bermain bagus dalam empat pertandingan lalu kemudian berhenti. Pembicaraan tentang dirinya terus berlanjut, apakah dia akan bertahan atau pergi…” kata Di Canio. Dia menekankan bahwa sepakbola adalah pekerjaan serius yang melibatkan disiplin, bukan sekadar bersenang-senang di lapangan.

Lebih lanjut, Di Canio memberikan pandangannya tentang pelatih muda, Ruben Amorim. “Tentu saja dia termasuk di antara pelatih muda terbaik, tetapi dia akan punya banyak pekerjaan. Tahun lalu, sikapnya di Manchester United membuat saya terkesan. Dia ingin bersikap keras, meskipun keputusan mencoret Marcus Rashford dari skuad tampak kurang bijak…” ujar Di Canio.

Dalam analisis peta persaingan, Di Canio melihat Inter Milan sebagai tim yang terpisah jauh dari pesaing lainnya. “Mereka punya kesadaran yang lebih besar, tim ini kuat. Nilai lebih Inter adalah klubnya, setiap pemain menjalankan tugasnya sesuai fungsi…” tambahnya.

Tentang Massimiliano Allegri di Juventus, Di Canio berkomentar bahwa Allegri tahu cara mengelola tim dengan baik meskipun masih ada tantangan untuk menghadapi dua kompetisi sekaligus. “Dia mengambil alih tim yang terkuras oleh metode Conte…” ula Di Canio.

Di sisi lain, Di Canio juga membahas tentang Cesc Fabregas di Como, yang dinilai memiliki gaya permainan yang menguras energi. “Bermain di delapan besar teratas untuk lolos kualifikasi Liga Champions adalah ujian yang bagus…” katanya.

Di Canio mengakui peran Luciano Spalletti yang kini menjadi sorotan di bursa transfer. “Dia sudah menemukan ukurannya, sekarang juga menjadi protagonis di bursa transfer, memulai sebagai penantang utama Inter…” ujarnya.

Terakhir, Di Canio berbicara tentang Roberto Mancini, pelatih timnas Italia. “Saya sudah menyatakan dukungan saya untuknya sejak jauh-jauh hari. Dia tahu bagaimana cara menang. Saya kesal mendengar pembicaraan soal pengkhianatan tingkat tinggi…” kata Di Canio.

Menanggapi pernyataan Di Canio, seorang presenter olahraga Indonesia, Billy Syahputra, menyatakan, “Pernyataan Di Canio sangat relevan dengan kondisi sepakbola kita. Disiplin dan kerja keras adalah kunci, dan itu juga bisa membuat sepakbola Indonesia semakin maju.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button