Klub ini hasilkan jutaan euro dari transfer Bayern Munich

Jakarta, Maret.id — Los Angeles FC baru-baru ini mengumumkan pengalihan kepemilikan mayoritas mereka di Grasshopper Club Zurich. Keputusan ini juga berdampak signifikan bagi Bayern Munich.
Dalam pernyataan resmi di situs mereka, LAFC menyebutkan bahwa pengalihan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategis jaringan pembinaan usia muda mereka di tingkat internasional. “Los Angeles Football Club (LAFC) hari ini mengumumkan penataan ulang strategis jaringan pembinaan usia mudanya di level internasional dan mengalihkan kepemilikan mayoritasnya di klub Swiss Grasshopper Club Zurich kepada Bridge Football Group Switzerland AG,” tulis klub tersebut.
Dengan langkah ini, Bayern Munich kehilangan salah satu tempat penting dalam pengembangan bakat muda. Grasshopper Club telah lama menjadi titik singgah bagi pemain-pemain muda yang dibina oleh klub asal Jerman itu.
Beberapa pemain Bayern yang pernah dipinjamkan ke Grasshoppers termasuk Jonathan Asp Jensen, yang mencatatkan sembilan gol dalam 40 pertandingan kompetitif. Meski tidak mendapatkan tempat permanen di skuad utama, performanya menarik perhatian klub lain dan membuatnya dipinang oleh La Coruna seharga enam juta euro.
Pemain lainnya, Nestory Irankunda juga mengikuti jejak yang sama. Setelah sukses di Grasshoppers, ia dijual ke FC Watford dan kontribusinya diperkirakan akan membawa Bayern Munich keuntungan sekitar tujuh juta euro.
Namun, tidak semua kabar baik datang dari peminjaman ini. Kelompok pendukung Grasshopper Club mengungkapkan penentangan terhadap konstruksi investor internasional yang mereka anggap merugikan klub. Ini menjadi salah satu faktor yang mendorong akhir kerja sama antara LAFC dan Grasshoppers.
Kini, LAFC fokus untuk membangun hubungan baru dengan klub divisi dua Austria, Wacker Innsbruck. Meskipun begitu, mereka tetap mencari kemungkinan kolaborasi baru di Eropa yang bisa menguntungkan di masa depan, termasuk bagi Bayern Munich.
Menanggapi perkembangan ini, penyiar olahraga terkemuka Indonesia, Budi Santoso, mengatakan, “Perubahan ini tentunya menggugah perhatian. Banyak yang berharap Bayern Munich dapat menemukan mitra baru yang lebih stabil untuk pengembangan talenta muda mereka.”





