Olahraga

Hojbjerg dicopot sebagai kapten Marseille usai tolak pindah ke Newcastle

Jakarta, Maret.id — Pierre-Emile Hojbjerg menghadapi konsekuensi disipliner di Marseille setelah menolak pindah ke Newcastle United. Gelandang asal Denmark ini dicopot dari jabatan kapten tim setelah kesepakatan transfer senilai £15 juta antara kedua klub telah tercapai.

Keputusan Hojbjerg untuk tidak melanjutkan kepindahan membuat pihak klub marah. Ia sebelumnya menyatakan keinginannya untuk tinggal di selatan Prancis, tetapi penolakannya berpotensi mengganggu situasi keuangan Marseille yang sedang tertekan.

Perubahan kepemimpinan tampak jelas saat laga persahabatan melawan Atletico Madrid, di mana ban kapten diserahkan kepada Timothy Weah. Hojbjerg tetap dimasukkan ke dalam starting XI, tetapi pesannya cukup jelas.

Pelatih Bruno Genesio menyoroti keputusan ini berasal dari manajemen klub dan mengungkapkan ketidaksetujuannya, “Saya akan bicara terus terang, ini adalah keputusan dari manajemen yang tidak saya setujui,” kata Genesio, Pelatih Marseille.

Sementara itu, pemilik Marseille, Frank McCourt, dikabarkan sangat kecewa dengan sikap Hojbjerg. Klub berupaya memangkas biaya gaji yang tinggi, dan uang dari transfer Hojbjerg sangat penting bagi kelangsungan mereka.

Hojbjerg kini terjebak dalam kondisi yang rumit, di mana loyalitasnya kepada klub terlihat sebagai penghalang untuk mencapai kestabilan jangka panjang. Ia bergabung dengan Marseille dengan status pinjaman musim lalu, dan klausul pembelian wajib telah diaktifkan.

Bagi Newcastle United, penolakan Hojbjerg menambah beban dalam bursa transfer yang penuh masalah. Klub tengah mencari cara untuk memperkuat skuad usai kehilangan beberapa talenta penting, termasuk Bruno Guimaraes dan Anthony Gordon.

Merefleksikan situasi ini, satu hal yang jelas, Hojbjerg tetap menjadi incaran banyak klub Eropa. Meskipun ia menyukai Marseille, keputusannya mungkin akan memaksanya mencari klub lain jika situasinya semakin memburuk.

“Apapun yang terjadi, kami mendukung Hojbjerg. Keputusan manajemen kadang sulit, tapi kami berharap semua berjalan baik untuk Marseille,” kata Agung, seorang penggemar sepakbola di Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button