Olahraga

Dari Diaz ke Benzina Penalti Menghancurkan Harapan Maroko

Jakarta, Maret.id — Timnas putri Aljazair berhasil meraih medali perunggu di Piala Afrika, usai mengalahkan Maroko melalui adu penalti dengan skor 3-2. Pertandingan yang berlangsung ketat ini berakhir imbang 1-1 setelah waktu normal.

Maroko membuka keunggulan pada menit ke-37 lewat gol Kaoutar Azraf, yang memanfaatkan umpan dari Hanane Ait El Haj. Mereka mempertahankan keunggulan ini hingga akhir babak pertama meski Aljazair berusaha keras untuk menyamakan kedudukan.

Di awal babak kedua, Meryem Attik hampir menggandakan keunggulan Maroko pada menit ke-47, namun golnya dibatalkan oleh wasit setelah tinjauan VAR. Skor tetap 1-0 untuk Maroko.

Aljazair menunjukkan semangat juang yang tinggi dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-83. Lina Boussaha menjaringkan gol setelah menerima umpan dari Sofia Belkhaled, menghidupkan harapan timnya beberapa menit sebelum laga berakhir.

Menjelang akhir pertandingan, Maroko memiliki peluang emas untuk meraih kemenangan. Namun, Nouhaila Benzina gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-90+7, mengingatkan pada gagal penalti Brahim Diaz di final Piala Afrika putra sebelumnya.

Setelah penyelesaian waktu normal berakhir imbang 1-1, laga dilanjutkan ke adu penalti. Aljazair keluar sebagai pemenang dengan selisih 3-2 dan meraih medali perunggu di turnamen ini.

Reaksi positif datang dari berbagai kalangan di Indonesia, termasuk pandangan dari penggemar sepak bola lokal yang menyatakan, “Kemenangan ini memberikan inspirasi bagi kami untuk terus mendukung tim nasional putri, dan mencerminkan semangat yang tak kenal lelah.” kata Rizky, seorang penggemar sepak bola dari Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button