Nashville SC hancurkan Inter Miami sementara Houston Dynamo puncaki Wilayah Barat

Jakarta, Maret.id — Kemenangan telak Nashville SC atas Inter Miami dengan skor 4-1 pada Sabtu malam memberikan indikasi yang jelas mengenai arah kompetisi Supporters’ Shield dalam MLS musim ini. Meskipun Inter Miami diperkuat oleh superstar Lionel Messi dan nama-nama besar lainnya seperti Rodrigo De Paul dan Luis Suárez, hal itu tidak cukup untuk membantu tim meraih hasil positif.
Pertandingan berlangsung seru dan penuh energi dengan Nashville menunjukkan permainan yang terorganisir dan efisien. “Kami ingin menunjukkan bahwa kami adalah tim yang hebat,” kata Hany Mukhtar, penyerang Nashville. Dalam laga ini, Nashville menunjukkan keunggulannya dengan efektif di lini depan.
Nashville membuka skor melalui Andy Najar sebelum Telasco Segovia menyamakan kedudukan dengan gol dari assist Messi. Namun, dominasi Nashville berlanjut dan mereka berhasil mencetak tiga gol tambahan berkat kesalahan defensif Miami. Jika bukan karena penyelesaian akhir yang kurang tajam, skor bisa lebih besar lagi.
Sementara itu, di luar pertandingan Nashville, liga ditandai dengan kejutan lainnya. Beberapa tim yang sebelumnya mengalami kesulitan berhasil meraih kemenangan, sedangkan tim yang dianggap kuat harus puas dengan hasil imbang. Houston Dynamo, yang semula diperkirakan sebagai tim medioker, kini justru berhasil naik ke pucuk klasemen Wilayah Barat setelah mengalahkan LA Galaxy dengan penalti Guilherme.
“Ini adalah langkah besar bagi tim kami. Kami telah berjuang dan akhirnya menemukan ritme permainan kami,” ujar Ben Olsen, pelatih Houston Dynamo.
Atlanta United meraih kemenangan penting melawan New York Red Bulls, meskipun mereka tetap menghadapi banyak tantangan di musim ini. Melalui gol penyeimbang Tristan Muyumba dan gol kemenangan dari Fafa Picault menjelang akhir pertandingan, Atlanta memperlihatkan perkembangan meskipun masih jauh dari performa terbaik.
Dalam berita lain, Toronto FC memecahkan rekor tanpa kemenangan mereka dengan meraih hasil positif melawan New England Revolution. Sementara Charlotte FC mengalami kebuntuan fatal akibat serangkaian kesalahan di lini belakang yang mengakibatkan mereka kalah dari Columbus Crew dengan skor 3-1.
“MLS memang selalu penuh kejutan, tak ada yang bisa diprediksi,” kata Andi, seorang penggemar sepakbola Indonesia. “Kehadiran bintang seperti Messi memang menarik, tetapi daya saing liga menunjukkan bahwa tim yang lebih kompak bisa mengalahkan kualitas individual.”





