Real Madrid lakukan kesalahan besar setelah kehilangan Rodri

Jakarta, Maret.id — Manchester City dan Barcelona telah mencapai kesepakatan final mengenai transfer gelandang Spanyol, Rodrigo Hernandez. Kesepakatan ini terwujud setelah beberapa pekan negosiasi, yang melibatkan tiga tawaran yang berbeda.
Menurut laporan dari radio Spanyol “Cadena SER”, transfer ini sangat dinanti-nantikan karena Barcelona mendapatkan salah satu target teratas di bursa transfer. Sementara itu, Real Madrid kini menghadapi krisis di lini tengah, setelah gagal merekrut Rodri dan hingga saat ini belum menemukan alternatif yang tepat.
Kritik terhadap sikap Real Madrid mencuat di media Spanyol. Para analis menekankan kebutuhan tim akan pemain yang mampu mengendalikan tempo permainan. “Mereka perlu mencari pengganti setelah gagal merekrut Rodri,” kata Bruno Alemany, seorang jurnalis di program “Carrusel Deportivo”.
Alemany menyoroti bahwa meski Bernardo Silva menunjukkan performa baik dalam laga uji coba, ia tidak dapat menggantikan semua peran yang dijalankan Rodri. “Hal ini adalah pengulangan kesalahan dalam perencanaan olahraga mereka,” tambahnya.
Tomas Roncero juga mengemukakan pandangannya. Ia memperkirakan pelatih Jose Mourinho mungkin akan mengandalkan Silva untuk mengatasi masalah di lini tengah. Namun, Roncero menegaskan bahwa ketidakjelasan mengenai langkah klub untuk mencari pengganti Rodri tetap menjadi tanda tanya.
Saat ini, tampaknya Real Madrid tidak memiliki rencana untuk mendatangkan gelandang baru, meskipun terdapat nama seperti Martin Zubimendi yang bisa menjalankan peran serupa. Fokus klub tampaknya lebih condong pada penguatan lini serang.
Marcos Lopez mengingatkan bahwa memiliki lini serang yang kuat tidaklah cukup. “Kekurangan di lini tengah bisa menghancurkan peluang meraih gelar,” ujarnya, menganalogikan situasi tersebut dengan timnas Prancis yang kesulitan meski memiliki serangan hebat.
Dengan kekuatan serang yang mumpuni, Real Madrid tampaknya harus berusaha lebih untuk menemukan pemain yang bisa menghadirkan keseimbangan di lini tengah. “Kita butuh lebih dari sekadar penyerang untuk mendikte tempo permainan,” kata seorang pengamat sepak bola lokal, Ahmad Nasir, yang menyoroti pentingnya memperkuat lini tengah untuk persaingan di pentas Eropa.





