Hoeneß Ungkap Dampak Buruk Jika Trump Ambil Keputusan

Jakarta, Maret.id — Uli Hoeness, presiden kehormatan Bayern Munich, melancarkan kritik tajam kepada Gianni Infantino, presiden FIFA. Ia mengungkapkan ketidakpuasan terhadap sejumlah keputusan Infantino, terutama mengenai rencana perluasan Piala Dunia dan keterlibatan investor.
Hoeness berkomentar terkait insiden pencabutan larangan bermain Folarin Balogun, pemain Amerika, di Piala Dunia 2026. “Tuan Infantino telah melakukan beberapa kesalahan selama masa kariernya di dunia sepak bola, tetapi yang ini adalah salah satu kesalahan terbesarnya,” kata Hoeness saat diwawancarai oleh jaringan “Sky Sport – Jerman”.
Ia menegaskan, “Jika Anda membiarkan seorang pria seperti Donald Trump memutuskan atau memengaruhi apakah seorang pemain akan dilarang bermain atau tidak, maka itu adalah awal dari akhir kompetisi ini.” Hoeness merasa bahwa jika situasi ini diterima, sepak bola akan kehilangan esensinya.
Terkait rencana Infantino untuk mendatangkan investor ke Piala Dunia, Hoeness tidak kalah skeptis. “Saya tidak pernah mengira mungkin ada seseorang yang datang dengan ide seperti ini,” ungkapnya. Ia menunjukkan kekhawatiran bahwa Piala Dunia yang awalnya diikuti 48 tim nasional akan berubah menjadi 64 tim.
“Durasi turnamen ini bisa menjadi lebih panjang. Kami sudah menyediakan pemain-pemain kami selama 6 pekan, dan sekarang itu bisa bertambah. Ini sungguh tak masuk akal,” tambahnya.
Hoeness juga menekankan pentingnya menjaga prestige Piala Dunia. “Saya benar-benar mendukung dukungan bagi federasi-federasi kecil, tetapi Piala Dunia haruslah menjadi ajang untuk kalangan elite,” ujarnya. Ia khawatir dengan semakin banyaknya saluran televisi yang membayar, namun dengan konsekuensi sepak bola itu sendiri akan dikorbankan.
Menyikapi pernyataan Hoeness, seorang penggemar sepak bola Indonesia, Andi, mengatakan, “Saya rasa kritik ini sangat relevan untuk menjaga kualitas kompetisi. Kita harus memastikan bahwa turnamen bergengsi seperti Piala Dunia tetap mempertahankan nilai dan tradisinya.”





