Olahraga

Granit Xhaka kritisi penggemar yang serang Robert Andrich

Jakarta, Maret.id — Bayer Leverkusen dilaporkan telah menyarankan Robert Andrich untuk mempertimbangkan masa depannya di klub. Dalam perkembangan terbaru, mantan rekan setimnya, Granit Xhaka, mengkritik tajam para pengkritik gelandang tersebut melalui media sosial.

Di bawah pelatih baru Carles Martinez, Andrich, yang telah membela tim nasional Jerman sebanyak 19 kali, dikabarkan tidak lagi memiliki posisi dalam skuad Werkself. Sejak saat itu, pemain berusia 31 tahun ini telah menghadapi banyak komentar negatif dari netizen.

Xhaka memberikan dukungan kepada Andrich setelah melihat sebuah unggahan TikTok yang membela pemain tersebut. “Tak ada rasa hormat untuk pribadi ini dan pemain ini. Dia pantas mendapatkan jauh lebih baik daripada yang sedang dialaminya saat ini. Luar biasa dan benar-benar tak bisa dipahami!” kata Xhaka, eks gelandang Leverkusen.

Perubahan taktik yang diterapkan Martinez menjadi alasan utama dugaan tersingkirnya Andrich. Pelatih baru tersebut mengubah formasi menjadi empat bek, sehingga mengurangi peran Andrich yang sebelumnya berfungsi dalam formasi tiga bek. Pada musim lalu, Andrich merupakan pemain kunci di posisi tersebut dan sempat menjabat sebagai kapten tim.

Meski menghadapi tantangan, Andrich tampil dalam 46 pertandingan kompetitif di musim yang penuh liku tersebut, mencetak dua gol penting, termasuk gol kemenangan melawan Borussia Dortmund. Namun, manajemen klub telah mengisyaratkan bahwa peluangnya untuk bermain semakin berkurang.

Dengan tersisa waktu kontrak hingga 2028, masa depan Andrich di Leverkusen tampak tidak pasti. Kepindahan ke Eintracht Frankfurt yang sempat dibicarakan belum terpenuhi, sehingga muncul kemungkinan pemain asal Potsdam ini untuk bermain di luar negeri.

“Selama tidak ada yang mengusir saya atau saya merasa harus melakukan sesuatu yang baru, saya tidak akan memaksakan kepindahan,” ujar Andrich kepada media.

Andrich juga berambisi untuk kembali ke tim nasional Jerman setelah absen di Piala Dunia. Dia berharap untuk kembali tampil di Euro 2024 di tanah air dan berusaha keras untuk membangun kembali kariernya di bawah pelatih baru, Jürgen Klopp.

“Pada dasarnya saya punya target untuk kembali ada di sana. Saya ingin kembali bekerja agar masuk dalam radar tim nasional,” kata Andrich.

Di Leverkusen, klub ini nampaknya akan fokus pada pengembangan pemain muda, mempertimbangkan adanya kehadiran talenta muda Kennet Eichhorn di tengah. Namun, kapan Eichhorn dapat debut masih menjadi teka-teki karena masalah kesehatan yang dihadapinya.

Pemain Leverkusen dan penggemar sepak bola di Indonesia mungkin akan melihat perkembangan ini dengan penuh minat. Menurut komentator sepak bola lokal, Andrich memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. “Dia adalah pemain dengan kemampuan hebat, semoga dia bisa mendapatkan kesempatan lebih baik di masa depan,” kata seorang penggemar sepak bola Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button