Tottenham terkejut belanja musim panas £237 juta gagal lawan Brentford

Jakarta, Maret.id — Era baru Tottenham Hotspur di bawah arahan Roberto De Zerbi mengalami awal yang mengecewakan setelah kalah 3-0 dari Brentford pada Sabtu sore. Meski telah melakukan perekrutan besar-besaran selama musim panas untuk menjauhkan diri dari ancaman degradasi, tim asal London utara ini tampak tidak padu di Gtech Community Stadium.
Ekspektasi tinggi menyelimuti Tottenham menjelang musim baru Premier League, dipicu oleh investasi fantastis sebesar £237 juta. De Zerbi menurunkan empat rekrutan besar sebagai starter, termasuk Andy Robertson, Marcos Senesi, dan Jan Paul van Hecke di lini belakang, ditambah Sandro Tonali, rekrutan termahal klub senilai £100 juta.
Brentford membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui gol Keane Lewis-Potter, yang menerima umpan terukur dari Mamadou Sangare. Sangare tampil dominan dan mengendalikan lini tengah, mendorong timnya untuk mengeksploitasi kelemahan Tottenham. Keunggulan Brentford bertambah pada menit ke-33 ketika Vitaly Janelt menyundul bola rebound setelah upaya Mathias Jensen ditangkis oleh kiper Antonin Kinsky.
Menyusul kerapuhan di babak pertama, De Zerbi melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Mateus Fernandes dan Rodrigo Bentancur. Harapan untuk bangkit kembali langsung surut saat Michael Kayode mencetak gol ketiga Brentford pada menit ke-49, memanfaatkan bola liar di lini pertahanan Tottenham.
Jelang akhir pertandingan, Tottenham nyaris menerima hukuman penalti setelah Bentancur menjatuhkan Kevin Schade di kotak terlarang. Namun, Igor Thiago yang mengambil penalti gagal memanfaatkan kesempatan, dengan tendangannya membentur tiang. Meski begitu, Brentford tetap mengendalikan pertandingan hingga akhir, sementara Tottenham terlihat kehilangan koordinasi dan chemistrynya.
Hasil ini menyamai kekalahan terburuk Tottenham di pekan pertama Premier League, sama seperti kekalahan 3-0 dari Manchester United pada musim 2011-12. Tottenham kini perlu segera bangkit saat menghadapi Newcastle United di laga liganya pada 29 Agustus, dengan kesempatan untuk memperbaiki diri terlebih dahulu di EFL Cup melawan Charlton Athletic pada hari Rabu.
Bagi para penggemar sepak bola di Indonesia, hasil buruk ini menjadi sorotan utama. “Kita berharap Tottenham bisa segera bangkit. Mereka punya potensi besar, hanya butuh waktu untuk bermain bersama.” kata Andi, seorang penggemar setia Tottenham.





