Tuduhan serius terhadap pelatih Bayern Niko Kovac dihina saat Piala Super

Jakarta, Maret.id — Dalam pertandingan Franz-Beckenbauer-Supercup yang berlangsung pada Sabtu, Borussia Dortmund mengalami kekalahan 1-2 dari Bayern Munich. Pertandingan ini tidak hanya menyajikan tensi yang tinggi di lapangan, tetapi juga insiden emosi yang melibatkan pelatih kedua tim.
Pelatih BVB, Niko Kovac, melontarkan tuduhan serius terhadap tim pelatih Bayern setelah pertandingan. Dalam wawancaranya dengan Sky, Kovac menjelaskan, “Bahasa Inggris saya cukup bagus. Jadi saya cukup paham apa yang ingin dia katakan kepada saya. Lalu saya bilang: sedikit lebih hormat. Saya tidak mengatakan lebih dari itu,” kata Kovac, merespon pengakuan keberatan akan perilaku asisten pelatih Bayern, Aaron Danks.
Saat ditanya mengenai detail dari pernyataan Danks, Kovac memilih untuk tidak membeberkannya. “Pada akhirnya jelas apa yang dia katakan. Orang tentu bisa berdiskusi, tetapi melabeli saya seperti itu tidak benar. Saya rasa itu tergantung padanya. Dia seharusnya meminta maaf,” ungkapnya.
Keberhasilan Bayern untuk memimpin 2-0 di babak pertama diperoleh berkat gol dari Nathaniel Brown pada menit ke-28 dan Michael Olise di menit tambahan babak pertama. Meskipun Dortmund menunjukkan perbaikan di babak kedua, rekrutan baru Giannis Konstantelias berhasil tampil mengesankan. Ia masuk menggantikan Samuele Inacio dan berkontribusi terhadap gol yang dicetak Fabio Silva, yang membuat skor menjadi 1-2.
Namun, Dortmund tidak mampu menyamakan kedudukan meski memiliki peluang emas, dengan Maximilian Beier yang gagal mencetak gol di masa injury time. Sekarang, fokus Kovac dan timnya beralih ke laga pembuka Bundesliga yang akan datang, di mana mereka akan menghadapi Hamburger SV.
Reaksi dari penikmat sepak bola di Indonesia cukup beragam. “Saya berharap BVB bisa segera bangkit setelah kekalahan ini. Mereka memiliki potensi besar dengan pemain baru seperti Konstantelias,” ujar salah satu penggemar Bundesliga di Jakarta.





