Mimpi Liga Champions NEC berakhir setelah hasil buruk di kandang

Jakarta, Maret.id — NEC Nijmegen mengalami kegagalan untuk melangkah ke fase grup Liga Champions setelah kalah 0-3 dari FK Bodø/Glimt di Norwegia. Kemenangan ini menyusul kekalahan 1-3 yang mereka alami pekan lalu, membuat NEC turun ke Liga Europa.
Pertandingan dimulai dengan keadaan dramatis. Gonzalo Crettaz mendapatkan kartu merah setelah handball di luar kotak penalti. Kiper cadangan Nikolas Polster pun terpaksa masuk menggantikan Kaj Sierhuis, yang terlihat kecewa saat ditarik keluar.
Keunggulan jumlah pemain memberi dominasi bagi FK Bodø/Glimt, namun mereka kesulitan mencetak gol di babak pertama. Penampilan impresif Polster di bawah mistar gawang membuat beberapa peluang tim tuan rumah dapat digagalkan. Baru di masa injury time, Fredrik André Bjørkan, mantan pemain Feyenoord, berhasil membobol gawang NEC.
Jelang akhir babak pertama, Sondre Auklend menambah keunggulan Bodø/Glimt, membuat harapan NEC untuk melanjutkan perjalanan di Liga Champions semakin tipis.
Di babak kedua, usaha NEC untuk mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil. Meskipun terus berusaha, mereka gagal menciptakan peluang berarti. Keadaan semakin memburuk ketika Deveron Fonville secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri, menambah penderitaan tim asal Nijmegen tersebut.
Dengan hasil ini, tiket Liga Champions jatuh ke tangan FK Bodø/Glimt. NEC harus menerima kenyataan dan melanjutkan kampanye mereka di Liga Europa musim ini.
Reaksi dari penggemar sepak bola di Indonesia pun cukup beragam. “Kita berharap tim-tim kita bisa belajar dari pengalaman NEC. Ini adalah pelajaran penting tentang bagaimana menghadapi tekanan di kompetisi level tinggi,” kata Rudi, seorang penggemar sepak bola lokal.





