Klopp ingin merekrut pemain ini, akankah dia kembali ke timnas Jerman?

Jakarta, Maret.id — Penyerang Julian Brandt kini semakin dekat untuk meraih kembali tempat di tim nasional Jerman setelah performa mengesankan di Ajax Amsterdam. Brandt sebelumnya hanya dipanggil tiga kali oleh Julian Nagelsmann dan melewatkan dua turnamen besar terakhir.
Brandt resmi bergabung dengan Ajax pada akhir Juli dan antusiasmenya terlihat jelas. Ia memuji filosofi permainan indah Ajax yang kental serta upaya direktur teknis Jordi Cruyff untuk memboyongnya. “Ajax adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan karier saya,” kata Brandt, mengungkapkan rasa syukurnya.
Sejak bergabung, Brandt telah menunjukan kualitasnya di lapangan. Dalam pertandingan liga pertamanya melawan PEC Zwolle, ia mencetak gol sebagai pemain pengganti, mengunci kemenangan 2-0. Penampilan gemilangnya berlanjut dengan torehan total tiga gol dari lima laga yang telah dimainkan di semua kompetisi.
Salah satu gol terbaiknya tercipta dalam kemenangan 4-2 melawan Sion, di mana ia mencetak gol spektakuler dari jarak 20 meter. “Brandt menunjukkan kelas dunianya,” ungkap surat kabar Belanda, De Telegraaf, mengapresiasi penampilan mantan pemain Dortmund tersebut.
Meskipun di awal kedatangannya di Belanda, Brandt menghadapi kritik dari legenda Ajax, Rafael van der Vaart, yang meragukan kemampuannya. “Dia bahkan tidak mencapai dua puluh persen dari apa yang saya miliki,” ujar Van der Vaart dalam podcast NOS-Fußball. Meski demikian, ia juga mengakui kualitas Brandt sebagai “tambahan yang bagus” untuk tim.
Setelah tujuh tahun bersama Borussia Dortmund, Brandt merasa perlu mencoba sesuatu yang baru. Pilihan untuk bergabung dengan Ajax, meski dari liga yang dianggap lebih lemah, dianggapnya dapat menonjolkan kemampuannya. Ia mengincar kembali ke panggung internasional di tim nasional Jerman.
Di usia 30 tahun, Brandt berpotensi membangun kembali karier internasionalnya. Dengan pelatih baru Jürgen Klopp yang dikenal menyukainya, peluang Brandt untuk tampil di Euro 2028 semakin terbuka. Sejak debutnya di tahun 2016, ia telah mengalami masa sulit di bawah Nagelsmann, yang hanya memanggilnya beberapa kali.
“Jika seluruh skuad Euro tersedia, mungkin dia tidak akan ada di sana,” kata Nagelsmann, membahas ketidakhadiran Brandt dalam skuad Euro 2024. Namun, dengan pergantian pelatih, harapan baru muncul.
Klopp pernah ingin merekrut Brandt ketika masih di BVB dan Liverpool, tetapi berbagai alasan membuat Brandt menolak tawaran tersebut. Kini, saat performanya mulai kembali, nama Brandt untuk tim nasional dapat kembali muncul.
Brandt memiliki kesempatan untuk menunjukkan performanya menjelang pertandingan internasional mendatang. Jika Klopp menginginkannya di tim nasional, Brandt diharapkan tidak akan menolak kesempatan itu. “Saya ingin bermain untuk Kloppo, dan saat ini kesempatan saya kembali semakin mendekat,” ujar Brandt, optimis akan masa depannya.
Reaksi positif juga datang dari kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Seorang pengamat sepak bola lokal menyatakan, “Kembalinya Brandt ke tim nasional akan menjadi angin segar. Dia adalah pemain yang berbakat dan memiliki potensi besar untuk membawa Jerman kembali bersaing di level internasional.”





