Guendouzi picu keributan di Lyon setelah Fenerbahce menang

Jakarta, Maret.id — Matteo Guendouzi menjadi pusat perhatian setelah kemenangan penting Fenerbahce di play-off Liga Champions melawan Lyon. Mantan gelandang Arsenal itu terlibat dalam insiden provokatif dengan suporter Prancis, yang berujung pada alterkasi fisik dengan seorang staf Lyon di dekat terowongan stadion.
Fenerbahce berhasil meraih kemenangan tandang 2-1 dan lolos ke fase grup Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2008-09 dengan agregat 3-2. Namun, keberhasilan ini ternodai kericuhan setelah pertandingan. Guendouzi, yang dikenal dengan rivalitasnya bersama Marseille, tetap provokatif kepada suporter tuan rumah sepanjang laga.
Ketegangan semakin meningkat saat pemain berusia 27 tahun itu melanjutkan tindakan provokatifnya menuju lorong stadion. Rekaman menunjukkan Antonio Ferreira, pelatih kiper Lyon, melancarkan tendangan kepada Guendouzi yang memicu bentrokan besar antara kedua pihak. Pukulan dilaporkan dilayangkan kepada Ferreira saat ia terjepit di dinding, memaksa petugas keamanan untuk turun tangan memisahkan keduanya.
Ketidakpuasan Guendouzi tampaknya dipicu oleh perlakuan suporter Lyon yang menghujannya dengan cemoohan. Setelah peluit akhir, ia dengan agresif berteriak “Allez l’OM” ke arah kamera. Teman setimnya dari Fenerbahce harus segera membawanya pergi dari lapangan saat situasi semakin memanas. Insiden ini berpotensi memicu tindakan disipliner dari UEFA terhadap kedua klub.
Guendouzi membela tindakannya dengan menyatakan bahwa ia bereaksi terhadap pelecehan dari suporter. “Saya merasa tidak dihormati oleh mereka, dan itu mengecewakan jika kami tidak bisa merayakan dengan cara yang kami inginkan,” jelasnya kepada wartawan, melalui BBC.
Pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal, memberikan dukungan penuh kepada Guendouzi setelah insiden tersebut. “Kami semua berdiri bersama untuk mendukung Guendouzi. Itulah inti dari kerja sama tim,” kata Kartal.
Sebaliknya, Corentin Tolisso dari Lyon mengecam perilaku Guendouzi. “Anda harus tetap rendah hati dalam kemenangan. Rayakan itu bersama tim Anda di ruang ganti,” ujar Tolisso.
Kini, Fenerbahce menantikan undian fase grup Liga Champions pada Kamis di Monaco, dengan mereka berada di Pot 3. Di sisi lain, Lyon harus puas berkompetisi di Liga Europa setelah kekalahan tersebut. Kedua klub kini khawatir menunggu potensi sanksi dari UEFA atas insiden kekerasan yang terjadi setelah pertandingan.
Menanggapi insiden ini, seorang penggemar sepak bola Indonesia berkomentar, “Sangat disayangkan melihat pemain berpengalaman seperti Guendouzi terlibat dalam situasi seperti ini. Seharusnya mereka bisa lebih bijak dan menunjukkan sportivitas, terutama di panggung sebesar Liga Champions.”





