Olahraga

Barcelona Batalkan Tribute Piala Dunia untuk Bintang Spanyol

Jakarta, Maret.id — FC Barcelona resmi membatalkan rencana untuk memberikan penghormatan kepada delapan pemenang Piala Dunia Spanyol menjelang pertandingan La Liga melawan Athletic Club pada Kamis.

Keputusan ini diambil setelah terjadi bentrokan antara suporter dan polisi nasional, yang memaksa klub asal Catalunya tersebut membatalkan seremoni prapertandingan di Camp Nou akibat ketegangan politik yang meningkat.

Barcelona sebelumnya dijadwalkan merayakan keberhasilan delapan pemain dari skuad Piala Dunia yang diadakan di New Jersey bulan lalu. Perayaan tersebut direncanakan berlangsung pada Kamis sebelum pertandingan La Liga melawan Athletic Club. Tim-tim lain di Spanyol telah memberikan penghormatan serupa di kandang mereka pada laga masing-masing.

Namun, Barcelona terpaksa membatalkan rencana ini setelah insiden kekerasan pada Jumat lalu. Dalam pertandingan melawan Elche, suporter dilaporkan diserang dan bendera Estelada mereka disita oleh otoritas. Kejadian ini membuat manajemen klub mengambil tindakan cepat untuk menyesuaikan agenda hari pertandingan.

Presiden klub, Joan Laporta, menanggapi keputusan mendadak ini dengan menegaskan bahwa perayaan tidak dapat dilanjutkan karena situasi yang tidak kondusif. “Upacara untuk menghormati para juara dunia tidak akan berlangsung,” kata Laporta.

Ia juga menjelaskan bahwa pihak federasi sepak bola Spanyol memahami keputusan tersebut. Laporta berpendapat bahwa sepak bola seharusnya menyatukan, bukan menimbulkan konflik.

“Estelada merepresentasikan pola pikir banyak suporter Barca dan warga Catalonia. Itu adalah bagian dari kebebasan berekspresi,” katanya lebih lanjut.

Laporta juga mengkritik perlakuan tidak adil oleh petugas kepolisian terhadap suporter yang membawa simbol-simbol regional. “Kami mengutuk dan menolak tindakan tidak proporsional para petugas kepolisian nasional yang menyerang suporter Barca,” tegasnya.

Dia berharap tindakan yang tidak semestinya tersebut dapat dijatuhi sanksi yang tepat. “Kami berharap hukuman yang semestinya akan membantu memastikan bahwa warga Catalan dan suporter Barca dapat membawa bendera itu tanpa takut mengalami kekerasan fisik atau stigmatisasi,” tambah Laporta.

Sementara kontroversi di luar lapangan masih melanda, Barcelona kini fokus pada pertandingan domestik. Klub Catalan tersebut dijadwalkan menjamu Athletic Club pada Kamis malam tanpa seremoni prapertandingan yang telah dibatalkan.

Mereka berusaha untuk melanjutkan momentum setelah kemenangan dominan atas Elche, meskipun isu-isu politik tetap menjadi sorotan utama.

Reaksi dari penggemar lokal sangat beragam. “Ini sangat disayangkan, tetapi situasi saat ini memang sangat sensitif. Kita semua ingin melihat sepak bola tetap menjadi sarana persatuan,” ujar Budi, salah satu penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti pertandingan Barcelona.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button