Guendouzi Angkat Suara Soal Provokasi Dari Kedua Belah Pihak

Jakarta, Maret.id — Setelah pertandingan antara Lyon dan Fenerbahce, Matteo Guendouzi menanggapi tindakan yang memicu keributan setelah laga, sebagaimana dilaporkan oleh RMC Sport. “Ketika 60.000 orang menghina keluargamu, ibumu, anak-anakmu bahkan sebelum pertandingan dan tidak ada seorang pun di stadion yang menyuruh mereka diam. Jika ingin memprovokasi, provokasi terjadi dua arah,” kata Guendouzi, gelandang asal Prancis.
Pertandingan leg kedua play-off Liga Champions tersebut, yang dimenangkan Fenerbahce, menyisakan kekecewaan di kubu Lyon. “Jika tidak boleh merayakan sesuai keinginanmu. Jika tidak boleh membuat gestur JUL, lalu kita harus ke mana!” tambahnya, menjelaskan latar belakang tindakannya.
Setelah Fenerbahce memastikan tiket ke fase grup, Guendouzi melakukan gestur yang memicu reaksi dari suporter Lyon. Pertikaian terjadi saat pemain merayakan kelolosan, di mana Guendouzi menyemarakkan suasana dengan meneriakkan “Allez l’OM”, yang berarti “Ayo Marseille”.
Keributan ini melibatkan pemain kedua tim dan staf pelatih, yang mencoba memisahkan mereka saat situasi memanas. Insiden ini mengundang sorotan luas, terutama terkait dengan rivalitas antar klub di Prancis.
“Situasi semakin memanas dan itu membuat saya sangat kesal,” kata seorang suporter setia Fenerbahce. “Kami berharap pemain bisa lebih tenang dan fokus pada permainan,” ujar Rudi, seorang penggemar sepak bola dari Jakarta.





