UEFA akui Barcelona layak penalti melawan Atletico Madrid

Jakarta, Maret.id — Roberto Rosetti, direktur perwasitan di Uni Sepak Bola Eropa (UEFA), mengumumkan bahwa mulai sekarang, menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti setelah tendangan gawang akan mengakibatkan tendangan penalti, terlepas dari niat pemain.
Dalam penyampaian pembaruan aturan perwasitan di Monako, Rosetti merujuk pada insiden kontroversial saat Barcelona melawan Atletico Madrid di Liga Champions Eropa musim lalu. Dalam pertandingan tersebut, bek Atletico, Marc Pubill, menyentuh bola dengan tangannya sebelum mengoper kepada rekan setimnya, meskipun kiper Juan Musso telah melakukan tendangan gawang.
Rosetti juga menjelaskan instruksi baru mengenai penggunaan teknologi asisten wasit video (VAR). Ia menekankan pentingnya wasit di lapangan untuk mengambil keputusan secara independen, tanpa bergantung pada VAR sebagai alat untuk mengulang setiap momen dalam permainan. “Kami ingin mereka tegas. Asisten wasit video adalah proyek besar, tetapi kami ingin para wasit di lapangan mengambil keputusan,” kata Rosetti.
Ia menambahkan bahwa hanya kesalahan yang jelas dan bukti yang kuat yang perlu melibatkan intervensi VAR. “Kami tidak menyukai situasi mikroskopis,” ujar Rosetti. Pembaruan lainnya terkait perwasitan termasuk penanganan buang-buang waktu saat pergantian pemain, di mana pemain yang lebih dari 10 detik untuk meninggalkan lapangan dapat dikenakan sanksi.
Rosetti mengkonfirmasi bahwa UEFA tidak akan menerapkan aturan pemberian kartu merah bagi pemain yang menutup mulutnya saat berbicara dengan lawan, yang dikenal dengan nama aturan Vinicius, berbeda dengan Piala Dunia. Ia menyatakan, “Kami tidak suka jika pemain meminta kartu merah hanya karena seorang lawan menutup mulutnya.”
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya menghormati larangan interaksi dengan wasit, yang hanya boleh dilakukan oleh kapten tim. “Kami tidak suka pemain mengerumuni wasit, dan siapa pun yang mendekati wasit akan mendapatkan kartu kuning,” tegasnya.
Reaksi dari penggemar sepak bola di Indonesia terhadap pembaruan ini sangat beragam. Beberapa merasa senang dengan adanya penegasan dalam peraturan asisten wasit video, sementara yang lain menganggap bahwa keputusan atas beberapa situasi masih perlu diperhalus agar tidak terjadi kontroversi lebih lanjut di lapangan.





