Brian Madjo penyerang muda Aston Villa panut Karim Benzema dan Lewandowski

Jakarta, Maret.id — Setelah tujuh bulan menunggu, Brian Madjo akhirnya melakukan debut resminya bersama Aston Villa. Sang pemain muda, yang berusia 17 tahun, sebelumnya terjebak dalam sengketa dengan FIFA yang menghalanginya tampil pada sisa musim lalu.
Saat Aston Villa menghadapi Paris Saint-Germain, juara Liga Champions, di Piala Super UEFA, Madjo menunjukkan performa yang mengesankan. Penyerang ini menjadi ancaman konstan bagi pertahanan PSG meskipun melewatkan beberapa peluang bagus. Ia kemudian berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama dengan sebuah sundulan yang menyambut umpan silang.
Keberhasilannya mencetak gol melawan tim sekuat PSG menandakan awal yang menjanjikan bagi kariernya. Madjo, yang juga telah membela tim nasional Luksemburg, kini tertarik untuk berkompetisi dengan timnas Inggris. “Ini adalah langkah yang penting bagiku,” kata Madjo, menanggapi debut yang mengesankan itu.
Lahir di Enfield, London, Madjo pindah ke Luksemburg saat kecil. Bakatnya mulai terlihat awal masa remaja, bahkan membuat pelatih khawatir ia akan terjebak di lini depan. “Kelihatannya dia harus belajar beradaptasi,” kata Manuel Cardoni, Direktur Teknik Federasi Sepakbola Luksemburg. Madjo pun dipindahkan untuk bermain di lini tengah guna mengembangkan keterampilannya.
Setelah menunjukkan performa luar biasa di Metz, di mana ia tampil dominan di liga U19 Prancis, Madjo ditransfer ke Aston Villa dengan nilai tawaran mencapai €12 juta. Namun, regulasi FIFA membuatnya tidak dapat mendaftar hingga usianya mencapai 18 tahun. Hal ini menyedihkannya, namun berkat perjuangan klub dan dukungan hukum, debutnya bisa terwujud lebih cepat.
Madjo menyita perhatian pengamat sepak bola dengan kemampuan teknisnya. “Dia memiliki kemampuan yang lebih lengkap dibandingkan Romelu Lukaku,” komentar Cardoni. Ia belajar banyak dari pemain-pemain top seperti Karim Benzema dan Robert Lewandowski. “Saya berusaha untuk terus meningkatkan aspek permainan saya,” ujarnya.
Namun, Madjo juga akui bahwa masih ada ruang untuk perbaikan. “Saya ingin meningkatkan teknik dan mobilitas saya,” ujarnya. Menghadapi cedera yang memaksanya absen di awal musim, manajer Villa, Unai Emery, menarik perhatian pada potensi besar yang dimiliki Madjo.
“Kita perlu sabar menunggu saat kariernya benar-benar melesat,” kata Emery. Dengan semua perhatian yang kini terfokus padanya, Madjo menjadi harapan baru bagi Aston Villa dan penggemar sepak bola Inggris.
“Bersama Brian Madjo, kami percaya masa depan sepak bola Inggris sangat cerah,” ujar seorang penggemar setia Villa dari Jakarta, memberikan harapan tinggi untuk perkembangan pemain muda ini.





