Olahraga

Xabi Alonso menepis statistik mengecewakan Chelsea usai laga melawan Brighton

Jakarta, Maret.id — Xabi Alonso menegaskan komitmennya untuk meraih kemenangan setelah Chelsea mencatat penguasaan bola terendah dalam sejarah klub pada pertandingan Premier League melawan Brighton. Kemenangan ini, meski dramatis, memunculkan kekhawatiran tentang ketergantungan Chelsea pada efektivitas serangan balik.

Chelsea memulai musim dengan sempurna di bawah pelatih Alonso, dengan kemenangan tipis 4-3 atas Brighton. Tim tuan rumah dengan cepat unggul 3-0 dalam 32 menit berkat gol-gol dari Romeo Lavia, Pedro Neto, dan Joao Pedro. Namun, penampilan mereka menurun, memberikan kesempatan bagi Brighton untuk kembali ke dalam permainan.

Gol dari Malick Yalcouye dan gol bunuh diri Joao Pedro semakin memperkecil jarak, sementara Cole Palmer mencetak gol untuk Chelsea sebelum Pascal Gross mengurangi ketertinggalan dalam masa injury time. Chelsea akhirnya berhasil meraih tiga poin, meski statistik menunjukkan bahwa mereka menghadapi banyak kesulitan.

Chelsea hanya mencatatkan penguasaan bola sebanyak 25,6 persen dan hanya melakukan 146 operan, yang merupakan rekor terendah klub dalam pertandingan Premier League sejak 2003-04 menurut Opta. Akurasi operan mereka sebesar 67 persen juga menjadi yang terburuk sejak Februari 2004.

Meskipun statistik ini mencolok, Alonso menolak untuk panik. Dia menjelaskan bahwa timnya mungkin terlalu berfokus pada permainan alih-alih terus mendominasi setelah unggul 3-0. “Anda tentu perlu melihat konteks di balik setiap data,” jelas Alonso. “Data itu tidak penting, yang penting adalah bagaimana Anda bermain dan apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik,” kata Alonso.

Pelatih asal Spanyol ini juga berpendapat bahwa rasa puas diri yang berlebihan bukanlah masalah, melainkan bagian dari proses belajar tim yang masih berkembang. “Itu sangat normal,” tambahnya. “Biasanya ide ini, bagaimana mengelola momen-momen itu, sudah lebih baik.”

Chelsea kini akan menghadapi tantangan besar saat bertandang ke Emirates Stadium untuk melawan juara bertahan Arsenal. “Saya ingin menang dan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menang,” tutup Alonso. Dengan Arsenal yang kemungkinan besar akan mendominasi penguasaan bola, kemampuan Chelsea dalam menyerang dalam transisi akan diuji.

Pemandu acara olahraga lokal, Dika Rahman, berkomentar, “Performa Chelsea memang menimbulkan tanda tanya, tetapi mungkin ini hanya awal dari proses pembangunan kembali tim.” Penonton akan lebih penasaran melihat bagaimana Chelsea beradaptasi menghadapi tim sekelas Arsenal di laga mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button