Spanyol danai pembekuan sel telur untuk pesepakbola nasional

Jakarta, Maret.id — Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tengah mengupayakan kesepakatan dengan sebuah klinik spesialis fertilitas untuk memberikan akses kepada pemain tim nasional wanita Spanyol dalam kriopreservasi sel telur. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung para atlet dalam mengatur keseimbangan antara karir olahraga dan rencana berkeluarga.
Keputusan ini mempertimbangkan tantangan waktu biologis dan tuntutan profesional di level tertinggi. “Ini adalah kemajuan yang sangat besar karena Federasi memahami bahwa Anda sedang mengabdi kepada negara Anda dengan melawan waktu biologis Anda, bahwa Anda tidak bisa berhenti dan tidak bisa menjadi seorang ibu karena Anda membutuhkan tubuh Anda untuk bekerja,” kata Alexia Putellas, penyerang London City Lionesses dan dua kali peraih Ballon d’Or.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu keibuan dalam olahraga profesional semakin menjadi perhatian utama. Bagi atlet perempuan, kemampuan untuk mempertahankan kesuburan memungkinkan mereka untuk menunda keputusan pribadi tanpa mengganggu karir. Meskipun demikian, menurut laporan dari El Pais, hingga saat ini belum ada protokol bersama terkait dengan pembekuan sel telur atau teknik reproduksi berbantu.
Badan Antidoping Dunia (WADA) menetapkan standar internasional yang mengharuskan peninjauan obat-obatan yang mungkin digunakan, sambil juga memberikan kemungkinan pengecualian untuk penggunaan terapeutik. Beberapa substansi yang digunakan dalam stimulasi ovarium termasuk dalam daftar terlarang dan memerlukan persetujuan terlebih dahulu.
Federasi Spanyol bukanlah yang pertama melakukan langkah ini dalam dunia sepak bola. Pada 2021, Racing Louisville di Amerika Serikat menjadi klub pertama yang menjalin kerjasama dengan klinik untuk perawatan semacam ini. Tahun ini, UEFA juga merekomendasikan agar perawatan kesuburan dimasukkan dalam kebijakan klub, di mana Chelsea telah mengumumkan kesepakatan serupa dengan klinik swasta dan peluncuran dana untuk mendukung pembekuan sel telur.
Respons dari para penggemar sepak bola di Indonesia terhadap inisiatif ini cukup positif. Banyak yang berharap agar langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi klub-klub lokal dalam mendukung karir dan kehidupan pribadi pemain, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi atlet perempuan di tanah air.





