Olahraga

Rashford Ditantang Menjadi Andalan Manchester United di Tengan Fernandes

Jakarta, Maret.id Mantan gelandang Manchester United, Gordon Strachan, berbicara mengenai kurangnya ketertarikan pada Marcus Rashford, yang telah mengumpulkan 78 caps untuk tim nasional Inggris. Dalam wawancaranya dengan GOAL yang dilakukan bersama Grosvenor Sport, Strachan menyatakan, “Itu tidak mengejutkan saya. Tidak, tidak. Karena saya pikir semuanya agak… merekrut pemain dan memiliki pemain itu semuanya sangat instan.”

Strachan menegaskan bahwa mengandalkan performa masa lalu tidaklah efisien dalam dunia sepak bola saat ini. “Anda tidak bisa merekrut pemain berdasarkan apa yang mereka lakukan dua tahun lalu. Mustahil melakukan itu. Saya pikir Marcus Rashford dengan gaji dan hal-hal seperti itu, ketika Anda membayar gaji sebesar itu, Anda tidak selalu bisa menjamin kesuksesan.”

Ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi Rashford di Manchester United. “Juga, sebagai manajer, saya pikir ketika Anda membawa Marcus Rashford, karena dia ada di Manchester United, semuanya jadi tentang Marcus Rashford. Saya selalu bertanya, kenapa dia tidak bermain? Kenapa dia tidak ada di sana? Ini pernah terjadi.”

Menilai situasi Rashford lebih lanjut, Strachan berkomentar tentang kesulitan seorang pemain di klub besar. “Jika Anda pergi ke Barcelona, dan itu bukan tim Barcelona seperti beberapa tahun lalu, itu adalah tim Barcelona yang bagus. Dia tidak mendapat tempat bermain di sana. Pada dasarnya dia menjadi pemain pengganti selama dua tahun terakhir. Anda benar-benar menginginkan itu di tim Anda?”

Strachan menyoroti beban yang ditanggung Rashford terkait dengan nilai kontraknya. “Apa pun yang dia dapatkan, jumlah uang itu, saya bisa mengerti kenapa banyak orang tidak akan mengambil itu. Itu menyita terlalu banyak waktu.”

Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung tentang Michael Carrick. “Hal yang sama bisa terjadi pada Michael Carrick. Jika dia tidak memainkannya, kenapa dia tidak mendapat kesempatan bermain?”

Mengenai sorotan media terhadap Rashford, Strachan menambahkan, “Ada banyak sorotan media pada dirinya sebagai pemain tiga tahun lalu. Itu terserah Marcus Rashford untuk membereskan itu dan menanganinya sendiri. Dan menjadikan dirinya pemain masa kini, bukan pemain dua atau tiga tahun lalu.”

Ia percaya bahwa untuk dapat terus bersaing, seorang pemain harus beradaptasi dengan kebutuhan tim saat ini. “Anda harus menjadi pemain masa kini.”

Lebih jauh, Strachan mengamati dinamika transfer pemain muda. “Bahkan perekrutan yang datang pada hari terakhir bursa transfer, saya menonton pertandingan U-19 bersama Dundee, jadi saya kembali, saya melihat para pemain datang dan meneken kontrak senilai 45, 60 juta dan saya belum pernah mendengar pemain-pemain ini. Tapi mereka adalah pemain masa kini.”

Ia mengakhiri pernyataannya dengan menekankan pentingnya ketajaman di lapangan. “Jadi mungkin itu sebabnya Marcus… Ada bakat di sana. Jelas ada bakat di sana. Anda tidak bisa menjadi talenta yang konsisten jika Anda punya permainan seperti itu. Anda tidak bisa berada di dalam permainan sepanjang waktu. Tugasnya adalah mencetak gol dan menciptakan gol.”

Sementara itu, persepsi dari penggemar sepak bola Indonesia terkait performa Rashford tidak lepas dari perhatian. Banyak fans berharap dia dapat segera menunjukkan kembali performa terbaiknya dan membantu Manchester United kembali bersaing di jalur kemenangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button