Bradley Barcola Tunggu Hingga 2027 untuk Duet dengan Ekitike

Jakarta, Maret.id — Bradley Barcola telah resmi menyelesaikan kepindahannya ke Liverpool dari Paris Saint-Germain. Dia akan mengenakan nomor punggung 29 di Anfield.
Pemain timnas Prancis tersebut tiba di Merseyside untuk memperkuat lini serang Liverpool sekaligus reuni dengan Hugo Ekitike, rekannya di tim nasional. Meskipun keduanya akan bermain untuk tim yang sama, Ekitike masih harus menunggu untuk pulih dari cedera Achilles.
Barcola mengungkapkan bahwa Ekitike berperan penting dalam mendorong transisi ini agar tetap di radar selama bursa transfer. “Dia menungguku,” kata Barcola saat berbicara kepada Liverpoolfc.com.
Ekitike terus-menerus menghubungi Barcola untuk menanyakan kemajuan kesepakatan tersebut. “Saya tidak sabar untuk kembali bersama dan bisa bermain dengannya,” ujarnya.
Kepindahan ini melanjutkan tradisi panjang pencetak gol Prancis di Liverpool. Nicolas Anelka dan Djibril Cisse adalah dua nama besar yang pernah melakoni karier sukses di klub asal Merseyside itu.
Anelka bergabung pada Januari 2002 dan mencetak gol penting yang membantu Liverpool finis di posisi kedua Premier League. Kemudian, Cisse menjadi ikon klub dengan 24 gol dalam 79 penampilan, berkontribusi terhadap kesuksesan Liverpool meraih Liga Champions UEFA 2005.
Sayangnya, sementara Barcola sudah bisa berlatih penuh, peluang ia tampil bersama Ekitike masih harus menunggu. Ekitike masih dalam proses rehabilitasi setelah menjalani operasi robek tendon Achilles.
Diperkirakan, Ekitike akan absen selama delapan hingga 10 bulan, dengan harapan kembali bermain pada akhir Desember 2026 atau awal 2027. Suporter Liverpool harus bersabar menanti kolaborasi Barcola dan Ekitike, berharap dapat menciptakan momen-momen ikonis seperti yang pernah diwujudkan oleh Anelka dan Cisse.
“Bagi kami fans Liverpool di Indonesia, melihat pemain Prancis berbakat seperti Barcola kembali muncul di Anfield sungguh menggembirakan. Kami berharap Ekitike segera pulih agar keduanya dapat memberikan kontribusi maksimal bagi tim.” kata Rudi Setiawan, seorang pengamat sepak bola lokal.





