Olahraga

Mohamed Salah ungkap kekagumannya pada Szoboszlai dan impian di Trabzon

Jakarta, Maret.id — Bintang Mesir, Mohamed Salah, menyatakan bahwa kepindahannya ke Trabzonspor adalah pencarian tantangan baru setelah sukses besar bersama Liverpool. Ia menegaskan bahwa ambisinya untuk meraih trofi Eropa tidak akan berubah, meskipun ia telah mencapai banyak hal dalam kariernya.

Dalam wawancara perdana dengan saluran resmi Trabzonspor di YouTube, Salah menggambarkan sambutan luar biasa dari suporter yang membuatnya terkesan. Ia juga berbagi cerita tentang masa kecil yang penuh tantangan, serta hubungannya dengan Liverpool.

Salah menjelaskan bahwa motivasi dan ambisi merupakan kunci dalam karier sepakbolanya. “Kesuksesan tidak akan tercapai tanpa adanya dorongan yang terus-menerus,” kata Salah. Ia menilai bahwa proyek di Trabzonspor menawarkan tantangan yang memotivasi dirinya untuk terus berkembang dan meraih gelar-gelar baru.

Merespons ketertarikan Trabzonspor, Salah awalnya mencari informasi tentang kota tersebut. “Saya yakin atmosfer klub di kota yang mencintai sepak bola sangat berbeda dan menarik,” ujarnya. Ia bahkan mencari restoran terbaik di Trabzon, menunjukkan semangatnya untuk menjelajahi lingkungan baru.

Salah menekankan peran presiden klub dalam keputusan pindahnya. “Ambisi besar yang ingin dibangun klub membuat saya tertarik,” kata Salah. Ia terkesan dengan dukungan suporter yang ia saksikan secara langsung dalam sambutan hangat saat tiba di bandara dan stadion.

Ia mengakui bahwa momen tersebut adalah salah satu yang paling mengharukan dalam kariernya. “Saya tidak menyangka akan mendapatkan sambutan seperti ini,” ungkapnya. Menurutnya, dukungan seperti itu sangat langka dan menunjukkan cinta para suporter bahkan sebelum ia tampil.

Mantan rekan-rekan di Liverpool turut menghubunginya setelah melihat sambutan tersebut. “Mereka mengatakan belum pernah melihat pemain yang disambut dengan cara seperti ini,” kata Salah. Cuplikan video sambutan itu viral dan menyebar ke seluruh dunia.

Ketika ditanya tentang potensi menghadapi Liverpool, Salah menjawab bahwa itu akan menjadi momen emosional. “Saya telah menghabiskan sembilan tahun yang luar biasa di klub itu,” ujarnya.

Salah juga mengenang kesulitan yang dialaminya saat awal karir. “Saya harus naik empat bus untuk pergi latihan,” ungkapnya. Ia percaya bahwa ambisi dan kejelasan tujuan sangat penting untuk mencapai puncak.

Tentang keluarganya, ia menyebut ibunya yang khawatir dengan karier sepak bolanya. “Ibu saya awalnya tidak menginginkan saya menjadi pesepakbola profesional karena khawatir,” jelasnya. Namun, ayahnya selalu mendukung langkahnya.

Salah menekankan pentingnya menghadapi masalah daripada menghindarinya. “Memahami masalah adalah langkah pertama untuk menyelesaikannya,” kata Salah, yang kini telah beradaptasi dengan berbagai budaya di negara-negara tempat ia bermain.

Ia juga mengungkapkan impian terdalamnya untuk meraih prestasi yang belum pernah dicapai oleh pemain Mesir sebelumnya. “Saya merasa bangga bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak di Mesir dan Afrika,” ujarnya.

Salah merindukan suasana khas Mesir, lebih dari sekadar makanan. “Saya menyukai selera humor orang Mesir,” katanya. Ia ingin selalu mengingat akar budayanya.

“Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya akan mengatakan kepada diri sendiri bahwa semua kesulitan itu sepadan,” tutur Salah, yang hingga kini tetap menelepon ibunya sebelum setiap pertandingan.

Menutup wawancara, Salah meminta dukungan dari suporter Trabzonspor. “Dukungan kalian sangat penting untuk meraih meraih gelar Eropa,” ujarnya. Ia berharap dapat membawa kebahagiaan untuk para penggemar dengan pencapaian tim.

Menanggapi kepindahan Salah, presenter olahraga Indonesia, Rizky Febian, mengatakan, “Sungguh luar biasa melihat Salah beradaptasi dengan klub baru seperti Trabzonspor. Harapan untuk trofi Eropa sangat tinggi, dan saya yakin kehadirannya bakal meningkatkan performa tim.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button