Manchester City Siap Pertahankan Gelar WSL Setelah Sukses Membangun Mesin Pemenang

Jakarta, Maret.id — Manchester City menunjukkan ambisi mereka untuk membangun dinasti di tim putri dengan fasilitas baru senilai £10 juta yang dibuka pada Mei lalu. Direktur pelaksana City, Charlotte O’Neill, menjelaskan, “Tentu saja. Itulah rencananya. Kami berusaha membangun mesin pemenang.”
Fasilitas tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih untuk mengatasi cedera yang spesifik pada sepak bola putri. Atmosfer di sana cukup ceria usai meraih gelar Women’s Super League (WSL) pertama dalam 10 tahun, meski masih ada kekhawatiran tentang masa depan penyerang bintang Khadija Shaw yang kontraknya tinggal beberapa pekan.
Shaw baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun, yang menjadi berita positif bagi tim asuhan Andree Jeglertz. “Seandainya Khadija berpindah klub, ekspektasi terhadap capaian pastinya berbeda.” kata seorang pengamat sepak bola. “Namun, kedatangan Shaw sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kesuksesan klub.”
Manajer Jeglertz, yang membawa City meraih trofi pertama dalam empat tahun, mendapat pujian atas perubahan kultur di tim. “Kami mengalami pergeseran budaya,” ujar Alex Greenwood, kapten tim, yang percaya bahwa pola pikir tim kini lebih fokus pada kemenangan.
Mary Fowler juga menegaskan pergeseran tersebut. “Rasanya seperti, ‘Anda sangat mampu dan Anda bisa melakukannya lagi.'” ujar Fowler, menunjukkan rasa percaya diri baru setelah meraih gelar WSL.
Manchester City kini menghadapi tantangan baru dengan kembalinya kompetisi Liga Champions. Tak ada keraguan bahwa tim ini sedang dalam posisi yang baik untuk mempertahankan gelar WSL mereka. “Kami sudah belajar dan kami pasti akan siap musim depan,” ucap O’Neill.
Namun, kedalaman skuad menjadi perhatian, terutama dengan cedera yang melanda beberapa pemain. “Tahun depan akan berbeda karena pertandingannya lebih banyak,” tambah Jeglertz. Dengan bursa transfer yang hanya menambah satu pemain baru, City menghadapi tantangan dalam menjaga daya saing mereka.
Di tengah optimismenya, mantan pemain nasional Indonesia, yang kini menjadi presenter olahraga, berbicara tentang harapan untuk pembangunan sepak bola wanita di Indonesia. “Kita perlu mengambil pelajaran dari keberhasilan tim seperti Manchester City untuk mengembangkan potensi sepak bola wanita di tanah air.” ujar presenter tersebut, menekankan pentingnya investasi dan perhatian yang lebih besar untuk mendukung perkembangan sepak bola putri di Indonesia.





