Serangan bersenjata di kamp Queiroz Mozambik menyebabkan korban tewas

Jakarta, Maret.id — Tiga warga Amerika Serikat dievakuasi setelah kamp berburu mereka di Mozambik utara diserang oleh kelompok bersenjata. Kamp tersebut dimiliki oleh pelatih timnas Ghana, Carlos Queiroz, dan terletak di dalam suaka margasatwa.
Menurut laporan kantor berita “Reuters”, kamp tersebut mengalami kebakaran saat serangan terjadi. Ketiga warga Amerika itu sedang berburu sementara staf kamp melarikan diri sebelum tentara Mozambik bertindak.
Queiroz, mantan pelatih timnas Mesir dan Iran, menyampaikan bahwa ia masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak militer mengenai insiden tersebut. “Dari gambar-gambar yang saya lihat, tampaknya seluruh fasilitas telah terbakar,” kata Queiroz dalam sambungan telepon dari Lisbon. Ia menambahkan bahwa kawasan itu sekarang dianggap berbahaya dan ia tidak memiliki informasi langsung dari lokasi serangan.
Platform berita digital “Zitamar News” menjadi yang pertama memberitakan insiden ini, mencatat adanya sejumlah korban jiwa. Tertius Jacobs, seorang analis dari kawasan tersebut, mengindikasikan bahwa pemberontak mungkin telah menculik warga sipil, tetapi informasi ini belum bisa diverifikasi.
Sejak 2017, Mozambik dilanda konflik yang terkait dengan kelompok “Negara Islam” di Cabo Delgado, wilayah yang kaya gas. Konflik ini telah mengakibatkan ribuan orang tewas dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Kedutaan Besar mereka di Mozambik mengetahui serangan tersebut, tetapi belum dapat mengkonfirmasi informasi mengenai kemungkinan adanya warga Amerika yang terluka.
Reaksi dari komunitas sepak bola Indonesia menunjukkan kekhawatiran akan keamanan di tempat-tempat wisata berburu. “Keamanan harus diutamakan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Andri, seorang penggemar sepak bola dan pecinta alam dari Jakarta.





