Mengapa Penalti Mbappe Tidak Diulang dan Menutup Harapan Madrid

Jakarta, Maret.id — Keputusan wasit untuk tidak mengulang tendangan penalti Kylian Mbappé yang gagal dalam laga antara Real Madrid dan Real Betis telah menimbulkan kontroversi. Marc Bartra, bek Real Betis, terlihat berada di dalam kotak penalti sebelum tendangan dilakukan dan mengganggu bola setelah penyelamatan kiper Alvaro Valles.
Beberapa suporter Real Madrid menuntut agar tendangan penalti tersebut diulang. Mereka berargumen bahwa Bartra adalah yang pertama masuk ke kotak penalti dan campur tangannya menghalangi Mbappé untuk menyambut bola. Namun, analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa situasi tersebut tidak cukup untuk mendukung pengulangan tendangan.
Menurut laporan dari surat kabar Spanyol “Mundo Deportivo”, meski Bartra bergerak ke dalam kotak penalti sebelum tendangan, ia melompati bola. Pada saat Mbappé mengeksekusi penalti, Bartra belum berada di tanah di dalam kotak penalti. Hal ini menjadi faktor penentu dalam keputusan wasit.
Keberadaan Bartra yang melompat di atas kotak penalti tidak serta-merta berarti ia telah melakukan pelanggaran. Lebih lanjut, meskipun Bartra berhasil mengintervensi bola setelah Valles menepisnya, ia tidak berada di posisi yang sah saat tendangan dilaksanakan.
Dengan demikian, meskipun tampak meragukan pada pandangan pertama, detail ini memperlemah argumen untuk mengulang tendangan penalti. Keputusan wasit untuk tetap tidak mengulang memperlihatkan dasar logis dari penilaian tersebut.
Tendangan Mbappé adalah salah satu peluang terakhir Real Madrid untuk menghindari kekalahan. Penyerang Prancis itu gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-90+5, sehingga Betis berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 dan memberikan kekalahan pertama bagi klub raksasa tersebut di musim ini.
“Keputusan mantap dari wasit walau banyak kontroversi, mengingat permainan sudah berjalan dengan dinamis.” kata Slamet, seorang penggemar berat Real Madrid. “Ini menjadi pelajaran untuk tim kita agar lebih fokus di momen-momen krusial.”





