Olahraga

David Beckham membuka dunia baru bagi pesepakbola dalam membangun merek

Jakarta, Maret.id — Di era modern, keberadaan individu dalam tim sepakbola telah berkembang pesat. Para pemain kini lebih daripada sekadar bagian dari kolektif tim. Mereka adalah ikon global dengan tingkat popularitas yang tak pernah terbayangkan beberapa dekade lalu.

Sejak Premier League dibentuk pada tahun 1992, banyak pemain telah mencapai status superstar. Salah satu yang paling menonjol adalah David Beckham, mantan bintang Manchester United yang kini dikenal sebagai Sir Beckham. “Beckham membuka dunia ini, bahwa oke, kami bisa menghasilkan uang di tempat lain…” kata John Halls, mantan pemain Arsenal yang kini menjadi model.

Halls, meski tidak mencapai puncak tertinggi dalam karier sepakbolanya, kini sukses di industri mode. Dia mengamati bagaimana banyak atlet sekarang menjadikan momen di arena olahraga sebagai catwalk. “Kami selalu diajari, ‘Kamu seorang pesepakbola, bersiaplah untuk bermain sepakbola’, hanya itu,” lanjutnya.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mewakili dua pemain yang berada di puncak industri ini. Portofolio bisnis mereka mencakup berbagai lini usaha, mulai dari klinik kesehatan hingga real estat. “Orang-orang ini membuka jalan bagi yang lain, itu luar biasa…” ujar Halls.

Mode menjadi saluran menarik bagi banyak atlet. Jesse Lingard, mantan bintang Manchester United, telah meluncurkan lini pakaiannya sendiri. Halls percaya banyak pemain akan mengikuti jejak ini dan “jika Anda punya pengikut, Anda bisa menghasilkan angka serta penjualan.”

Halls juga menilai pentingnya bagi para pesepakbola untuk mengeksplorasi peluang di luar lapangan. “Masa pensiun itu sangat, sangat panjang…” ungkapnya. Ia merasakan bahwa generasi saat ini memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun karier dan merek mereka sendiri, ketimbang hanya bergantung pada profesi sepakbola mereka.

Mantan olahragawan yang kini menjajal dunia modeling ini terus membangun eksistensinya di media sosial. “Saat ini, saya hanya menikmati semuanya, menantikan perjalanan baru ke luar negeri…” kata Halls, menggambarkan kebahagiaannya dalam menjalani kehidupan baru.

Penting untuk dicatat bahwa Halls, meskipun bukan Beckham, tetaplah seorang perintis. Ia menunjukkan bahwa sepakbola bukanlah akhir dari segalanya bagi para atlet yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk olahraga tersebut.

Sebagai tanggapan terhadap fenomena ini, komentator olahraga Indonesia berpendapat, “Kita melihat semakin banyak atlet Indonesia yang mulai membangun merek pribadi. Ini langkah yang positif dan patut dicontoh.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button