Mantan Presiden Manchester City Sebut Klubnya Tidak Takut Premier League

Jakarta, Maret.id — David Bernstein, mantan presiden Manchester City, mengungkapkan kritik tajam terkait penundaan penyelesaian kasus 115 tuduhan yang dihadapi klub tersebut. Ia menilai pengeluaran tim sebesar 440 juta poundsterling di bursa transfer musim panas turut mencerminkan “olok-olok” terhadap sistem Liga Premier Inggris.
Menurut surat kabar “Sunday Times”, Bernstein yang menjabat presiden Manchester City dari tahun 1998 hingga 2003, serta sebagai kepala Asosiasi Sepak Bola Inggris dari 2011 hingga 2013, menggarisbawahi kurangnya hasil dari kasus ini dan mempertanyakan cara Liga Premier Inggris menangani masalah tersebut.
Klub tersebut dikenakan 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial liga pada Februari 2023. Sidang dengar pendapat berlangsung selama 12 pekan dan dijadwalkan berakhir pada Desember 2024, namun komisi independen hingga kini belum mengeluarkan putusan di tengah kompleksitas kasus ini.
Manchester City, di sisi lain, membantah semua tuduhan yang dialamatkan, dengan hasil penyelidikan bisa berujung pada pembebasan klub atau sanksi berat. Bernstein, yang kini berusia 83 tahun, bergabung dalam daftar pengkritik yang semakin panjang atas penundaan ini setelah CEO Liga Premier Inggris, Richard Masters, mengakui bahwa penerbitan putusan “membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan”.
Bernstein menyebut: “Bahwa mereka melakukan ini (pengeluaran di bursa) dengan latar belakang 115 tuduhan, merupakan hal yang luar biasa, dan mengolok-olok regulasi di liga papan atas Inggris, yang seharusnya dikelola paling baik di dunia,” kata Bernstein.
Ia juga menekankan: “Mengapa liga memutuskan untuk mengejar seluruh 115 tuduhan itu? Ini adalah teka-teki bagi saya. Akal sehat (yang sering kali langka) menuntut penyederhanaan proses dengan mengambil segelintir kasus yang lebih besar dan lebih jelas, lalu menindaklanjutinya sebagai kasus percontohan.”
Bernstein menambahkan: “Keadilan yang tertunda adalah keadilan yang berkurang, dan semakin lama proses ini berlangsung, semakin rumit dampak dan tantangannya.”
Saat ini, Manchester City berada di puncak klasemen Liga Premier Inggris setelah meraih skor sempurna dalam tiga pertandingan awal, di bawah pelatih Italia, Enzo Maresca. Kemenangan terbaru mereka adalah melawan tim promosi Coventry dengan skor 1-0 pada hari Sabtu lalu.
“Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya dunia sepak bola dan regulasi. Kita semua berharap agar proses ini cepat selesai untuk kepentingan semua pihak,” kata Adit, seorang penggemar sepak bola lokal dari Jakarta.





