Arsenal bongkar krisis Chelsea meski ada tawaran 349 juta

Jakarta, Maret.id — Chelsea mengalami kekalahan 1-2 melawan Arsenal pada laga yang berlangsung Minggu malam. Hasil ini menyoroti kekhawatiran mendalam terkait kedalaman skuad mereka di lini tengah.
Salah satu hal yang mencolok adalah keberadaan dua bek kanan, Reece James dan Malo Gusto, yang bermain di posisi lini tengah. Situasi ini timbul meski Chelsea mengeluarkan dana sebesar 349 juta pound sterling selama bursa transfer musim panas.
Reece James, yang bertugas mengawal Martin Odegaard, gagal pada momen krusial ketika Odegaard mencetak gol kemenangan. “James memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain lini tengah terbaik di dunia,” kata Xabi Alonso, manajer Chelsea, melalui laporan “BBC Sport“.
Meskipun James menunjukkan performa baik secara keseluruhan, penggunaan pemain di lini tengah menimbulkan pertanyaan serius mengenai opsi yang dimiliki Chelsea. Alonso memasukkan Gusto untuk menggantikan Romeo Lavia di babak kedua, menunjukan masih adanya kekurangan di lini tengah.
Arsenal, di sisi lain, memiliki lebih banyak pilihan untuk mengubah jalannya pertandingan. Mikel Arteta memanfaatkan pergantian pemainnya dengan efisien, memastikan kemenangan bagi timnya.
Ashley Young menyoroti, “Chelsea tidak tampil di kompetisi Eropa, sehingga bisa lebih fokus pada Liga Primer. Namun, akhir laga melawan juara bertahan dengan dua bek kanan di lini tengah menjadi kekhawatiran.”
Menurutnya, Chelsea terlalu mengandalkan strategi bertahan dan sedikit menciptakan peluang. “Chelsea melepaskan penguasaan bola terlalu banyak dan hanya berhasil menciptakan satu peluang signifikan,” tambahnya.
Di tengah masalah ini, absennya Moises Caicedo akibat cedera menjadi sorotan utama. Pemain tersebut tidak tampil dalam laga melawan Brighton dan belum ada kepastian kapan ia bisa kembali. “Persoalannya adalah penilaian risiko, kami mungkin mengembalikan Caicedo terlalu cepat,” ungkap Alonso.
Chelsea berupaya memperkuat lini tengah di akhir bursa transfer, namun gagal menyelesaikan kesepakatan. Usaha untuk merekrut Lamine Camara seharga 47 juta pound sterling terhalang oleh Monaco, dan langkah untuk Alex Scott juga ditolak oleh Bournemouth.
Paskah kehilangan Enzo Fernandez ke Manchester City senilai 125 juta pound sterling, pertanyaan mengenai pilihan lini tengah Chelsea semakin bertambah. Kini, Chelsea mendapati diri mereka pada posisi sulit terkait peremajaan tim.
Dari tiga pertandingan perdana Liga Primer, Chelsea mengandalkan serangan dari Morgan Rogers dan Joao Pedro. Rogers menjadi pemain Chelsea pertama yang mencetak gol dalam tiga pertandingan pertama liga sejak Eden Hazard pada musim 2018-2019.
“Pertahanan kami perlu perbaikan,” kata Alonso. Meski kalah, laga melawan Arsenal menunjukkan potensi terbaik Chelsea. Namun, Chelsea perlu menutup selisih 33 poin karena peringkat kesepuluh musim lalu.
Arsenal tetap menjadi standar yang ingin dicapai Chelsea. Meskipun berinvestasi besar, Chelsea menemukan bahwa tidak merekrut pemain tengah pada hari terakhir bursa transfer bisa jadi celah serius dalam skuad.
“Ini adalah tahap awal dalam proyek kami. Jika kembalinya Caicedo tidak menyelesaikan masalah, kami akan menghadapi pertanyaan lebih lanjut pada bursa transfer mendatang,” tambah Alonso.
Respon dari penggemar sepak bola Indonesia terhadap situasi Chelsea bergema dengan harapan agar tim dapat segera menemukan solusi di lini tengah. “Kami berharap Chelsea segera menemukan pemain yang tepat dan bangkit dari kesulitan ini,” kata seorang penggemar setia di Jakarta.





