Kemarahan Flick Bongkar Rahasia yang Menyingkirkan Bintang Barcelona

Jakarta, Maret.id — Sejumlah laporan dari media Spanyol mengungkapkan alasan di balik keputusan Hansi Flick untuk tidak memberikan ban kapten kepada Frenkie de Jong di Barcelona. Pelatih asal Jerman tersebut dilaporkan tidak puas dengan cara De Jong menangani cederanya, meski gelandang asal Belanda tersebut tetap dianggap sebagai elemen penting dalam tim.
Stasiun radio Spanyol, “Cadena SER”, menyebutkan bahwa Flick lebih memilih Raphinha sebagai kapten pertama, diikuti oleh Pedri pada posisi kedua. Sementara itu, para pemain Barcelona juga memilih Eric Garcia, De Jong, dan Lamine Yamal sebagai bagian dari kelompok kapten lainnya.
Pendekatan yang diambil Flick tergolong baru dalam ruang ganti Barcelona, di mana sebelumnya pemilihan kapten dilakukan berdasarkan kesepakatan di antara para pemain. Pilihan Flick terhadap Raphinha dan Pedri mencerminkan pandangannya tentang sosok kapten yang ideal di lapangan.
Flick melihat Raphinha sebagai perpanjangan tangannya, seorang pemimpin yang dapat memberi pengaruh baik secara teknis maupun mental. Pedri juga mendapatkan kepercayaan dari Flick, yang menjauhkan De Jong dari posisi kapten pertama meski ia lebih senior di tim.
Ada alasan tambahan di balik keengganan Flick terhadap De Jong, yang berkaitan dengan cara ia menangani cedera saat Piala Dunia. Barcelona sebelumnya mengumumkan bahwa De Jong mengalami robekan pada ligamen kolateral medial lutut kanannya dan memilih metode penanganan konservatif.
Menurut laporan “Cadena SER”, keberatan Flick bukan karena penolakan De Jong untuk menjalani operasi, melainkan berkaitan dengan cara dia menangani cedera dan kepulangannya ke Barcelona. Flick menilai ia membutuhkan pemain yang lebih siap dan matang untuk tampil dalam sebagian besar pertandingan.
Meskipun demikian, sikap Flick tidak mengindikasikan bahwa De Jong diabaikan dalam perencanaan taktisnya. Flick masih menganggap De Jong sebagai pemain penting dalam sistemnya. Namun, ia lebih menekankan pentingnya pemilihan kapten yang dapat memberikan pengaruh berkelanjutan di lapangan.
“Ini tentu adalah keputusan yang menimbulkan banyak pertanyaan, terutama terkait dengan pemilihan kapten di Barcelona. Penggemar berharap langkah ini akan membawa hasil positif,” kata Andi, seorang pengamat sepak bola dari Jakarta.





