Juventus berikan penghormatan untuk Baresi di layar raksasa

Jakarta, Maret.id — Di tribun Allianz Stadium, suporter Juventus dan AC Milan bersatu dalam penghormatan untuk legenda mereka, Franco Baresi. Momen emosional ini terjadi sebelum pertandingan besar antara kedua klub pada akhir pekan lalu.
Baresi, yang meninggal dunia pada 31 Juli lalu di usia 66 tahun, menjadi pusat perhatian ketika foto-fotonya ditampilkan di layar raksasa stadion. Suporter dari kedua tim larut dalam tepuk tangan panjang sebagai tanda penghormatan.
Di antara kerumunan, sebuah spanduk mencolok muncul dengan tulisan: “7-3-90, terima kasih Baresi.” Ini merujuk pada peristiwa tragis yang terjadi pada 7 Maret 1990, ketika Baresi ingin memberikan penghormatan kepada para korban tragedi Heysel yang terjadi lima tahun sebelumnya.
Baresi, bersama pejabat AC Milan Paolo Taveggia, berencana membawa 39 mawar merah sebagai simbol penghormatan. Setiap mawar melambangkan seorang korban yang kehilangan nyawa pada 29 Mei 1985, menjelang final Piala Champions antara Juventus dan Liverpool. Meski niat tersebut ditolak oleh UEFA dan pihak berwenang Belgia, gestur Baresi tetap terukir di ingatan para suporter Juventus.
“Kami berjanji untuk selalu mengenang nilai-nilai yang ia perjuangkan.” kata seorang penggemar dari komunitas bola lokal di Jakarta. Momen ini menunjukkan bahwa tanpa memandang rivalitas, hati para penggemar sepak bola bersatu dalam menghormati sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia olahraga.





