Olahraga

Flick raih gelar juara ungguli Guardiola dan Enrique

Jakarta, Maret.id — Barcelona, di bawah kepemimpinan pelatih asal Jerman, Hansi Flick, menunjukkan performa yang mengesankan di La Liga dengan start terbaik dalam sejarah klub. Mereka berhasil melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Pep Guardiola dan Luis Enrique.

Tim Katalan ini membuka musim dengan empat kemenangan beruntun, mencetak 17 gol dan hanya kebobolan dua gol, meski tanpa striker murni. Dengan hasil ini, Barcelona melewati awal musim 1929-1930, 2009-2010, dan 2014-2015, yang merupakan musim-musim di mana kesuksesan besar juga diraih, termasuk gelar Liga Champions Eropa.

Di empat pekan pertama, Barcelona mengukir tiga kemenangan dengan skor 5-0, melawan Elche dan Valencia, serta menang 5-2 atas Rayo Vallecano. Mereka juga berhasil mengalahkan Athletic Bilbao dengan skor 2-0 dalam laga yang lebih ketat.

Pertahanan tim pun tampil solid, hanya kebobolan dua gol yang keduanya dicetak oleh Sergio Camello dari Rayo Vallecano. Menurut surat kabar Sport Katalan, Barcelona mencatatkan selisih gol +15, menjadikannya sebagai start terbaik dalam sejarah La Liga.

Hansi Flick melampaui rekor James Bellamy pada musim 1929-1930, serta Pep Guardiola dan Luis Enrique yang sebelumnya mencetak empat kemenangan dengan selisih gol +11. Barcelona saat ini juga menyamai start terbaik kedua dalam sejarah La Liga, yang sebelumnya dicatatkan oleh Real Madrid pada musim 1958-1959.

Real Madrid masih memegang rekor start terbaik, dengan 21 gol dan hanya kebobolan satu gol dalam empat pekan pertama musim 1987-1988. Meski Barcelona menunjukkan daya gedor yang besar, pencapaian gol mereka saat ini bukan yang tertinggi dalam sejarah klub.

Pada musim 1949-1950, tim mencetak 19 gol dalam empat laga pertama, dan pada musim 1950-1951 mencetak 21 gol tanpa meraih kemenangan di empat laga tersebut.

Prestasi Hansi Flick tidak hanya terhenti pada start liga yang impresif. Ia juga menjadi pelatih dengan kemenangan terbanyak dalam 80 laga pertamanya, mengantongi 63 kemenangan—melebihi Luis Enrique yang meraih 62 kemenangan dan Pep Guardiola dengan 61 kemenangan.

Barcelona kini berfokus untuk mempertahankan performa impresif ini sebelum jeda internasional. Mereka akan menghadapi Levante dan Sevilla di laga tandang, serta menjamu Racing di kandang. Pada Rabu mendatang, Barcelona memulai perjalanan mereka di Liga Champions Eropa dengan menjamu Feyenoord di Stadion Camp Nou.

“Start yang sangat baik dan semua elemen tim berfungsi dengan baik. Kami bertekad untuk melanjutkan momentum ini.” kata seorang pengamat sepak bola di Indonesia, Rudi Hartono. “Dengan potensi yang ada, pemikiran kolektif ini bisa membawa Barcelona ke jalur prestasi lebih besar.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button