Gennaro Gattuso tidak menikmatinya meski Lazio di puncak klasemen

Jakarta, Maret.id — Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso, mengungkapkan kesulitan dalam menikmati awal musim yang sempurna bagi timnya di Serie A. Meski saat ini Lazio berdiri sejajar di puncak klasemen bersama Roma dan Inter, Gattuso tetap mewaspadai potensi terlena dari para pemainnya.
Lazio telah meraih sembilan poin dari tiga pertandingan pembuka, dengan kemenangan comeback dramatis 2-1 atas Udinese menegaskan status mereka sebagai penantang Scudetto. Namun, Gattuso mengutarakan kekhawatiran bahwa kesuksesan tersebut dapat mengurangi intensitas bermain tim. “Saya tidak menikmatinya karena saya punya kekurangan ini, Anda harus tetap waspada,” kata Gattuso.
Pelatih berusia 48 tahun itu juga mengakui bahwa gaya kepemimpinannya cenderung membidik situasi yang lebih kompleks. Meskipun hasil positif telah diraih, ia menekankan pentingnya menjaga fokus. “Saya seharusnya lebih menikmatinya. Bahkan saat masih menjadi pemain saya juga seperti ini,” ujarnya.
Di sisi taktik, Lazio menunjukkan perubahan signifikan di bawah Gattuso. Metode permainan yang lebih fleksibel dan agresif diterapkan, memisahkan mereka dari struktur kaku era sebelumnya. Gattuso mengakui kemampuan luar biasa para pemain dalam beradaptasi dengan strategi baru. “Mentalitas dan keinginan. Kami membongkar semuanya dibandingkan musim lalu,” jelasnya.
Kemenangan melawan Udinese merupakan bukti dari daya juang tim, terutama setelah mereka tertinggal di babak kedua sebelum meraih kemenangan berkat gol dari Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson. Gattuso memberikan pujian pada pemain yang menunjukkan dedikasi dan usaha keras mereka.
Di luar lapangan, hubungan Gattuso dengan presiden Lazio, Claudio Lotito, menjadi sorotan. Kerjasama yang baik terlihat dalam kesuksesan bursa transfer musim panas yang lalu. “Dengan Lotito, hubungan kami terus terang, saya percaya dia orang yang cerdas,” kata Gattuso, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dalam merekrut pemain.
Laga mendatang melawan AC Milan akan menjadi tantangan emosional bagi Gattuso. Menghabiskan lebih dari satu dekade di klub tersebut sebagai pemain dan pelatih, pertandingan ini selalu memiliki arti khusus baginya. “Itu selalu menjadi pertandingan dengan enam puluh ribu orang,” ujarnya nostalgia.
Menanggapi performa Lazio, komentator sepak bola Indonesia, Joko Santoso, menilai, “Lazio di bawah Gattuso menunjukkan semangat juang yang tinggi. Kami harapkan mereka dapat menjaga konsistensi dan memberikan kesenangan bagi para penggemar.”





