Menghilang tak biasa kejutan bersejarah dalam nominasi Ballon dOr

Jakarta, Maret.id — Tahun 2026 menandai sejarah unik dalam ajang penghargaan Ballon d’Or. Untuk pertama kalinya sejak 1995, daftar final kandidat untuk penghargaan ini tidak menyertakan satu pun penjaga gawang. Lev Yashin, penjaga gawang Uni Soviet, masih menjadi satu-satunya kiper yang berhasil meraih penghargaan tersebut pada tahun 1963.
Ketidakhadiran kiper dalam daftar final ini menjadikannya sebagai edisi ketiga yang tidak ada penjaga gawang, setelah 1967 dan 1968. Hal ini diinformasikan oleh surat kabar Prancis, “L’Equipe”, di mana semua penjaga gawang tersingkir dari saringan sebelum acara yang dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober mendatang.
Rekam jejak Unai Simon dari Athletic Bilbao tidak cukup untuk membawanya masuk ke dalam daftar. Meskipun ia hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan selama Piala Dunia, ketangguhan pertahanan tim dapat menurunkan peluangnya untuk beraksi lebih banyak.
Sementara itu, rekannya David Raya harus menerima konsekuensi dari keputusan duduk di bangku cadangan tim nasional Spanyol. Meski tampil memukau bersama Arsenal, kesuksesan di Liga Primer Inggris dan pencapaian final Liga Champions tidak cukup membuatnya lolos.
Emiliano Martinez dari Aston Villa juga tidak masuk daftar, meskipun ia mencapai final Piala Dunia dan meraih gelar Liga Europa. Ia sebelumnya menempati posisi ke-15 dan ke-18 dalam klasemen Ballon d’Or pada 2023 dan 2024.
Gianluigi Donnarumma dari Manchester City juga absen, setelah menempati peringkat kesembilan di Ballon d’Or 2025. Ketidaklolosan timnas Italia ke Piala Dunia menjadi kendala besar bagi kariernya.
Ketiadaan total penjaga gawang dari daftar kandidat Ballon d’Or ini membuka jalan bagi kompetisi lain untuk penghargaan kiper terbaik, yang sebelumnya dikenal dengan nama penghargaan Yashin. Dua edisi sebelumnya hanya melibatkan satu penjaga gawang di antara kandidat Ballon d’Or.
Menyoroti situasi ini, komentator sepak bola Indonesia, Rudi Hartono, mengungkapkan, “Kekosongan posisi kiper dalam daftar ini menunjukkan tantangan besar bagi para penjaga gawang di seluruh dunia. Semoga hal ini dapat memacu kiper untuk menunjukkan performa luar biasa di panggung internasional.”





