Al Hilal Mengeluarkan Jutaan Rupiah Namun Terkendala Cederanya Pemain

Jakarta, Maret.id — Al Hilal kembali menunjukkan ambisi besar di Liga Roshn Saudi dengan menggelontorkan dana hampir satu miliar riyal dalam bursa transfer musim panas terakhir. Meskipun mendatangkan nama-nama besar dari Liga Primer Inggris, tim ini menghadapi tantangan dalam membangun skuad yang kompetitif.
Dalam bursa transfer ini, Al Hilal merekrut sembilan pemain, termasuk tiga bintang dari Premier League: Gabriel Martinelli dari Arsenal, Ollie Watkins dari Aston Villa, dan Crysencio Summerville dari West Ham. “Kami berinvestasi besar untuk membangun tim yang bisa bersaing di level tertinggi.” kata Simone Inzaghi, Direktur Teknik Al Hilal.
Martinelli menjadi transfer termahal kedua dalam sejarah klub dengan nilai 70 juta euro, diikuti oleh Summerville dan Watkins. Enam pemain lokal juga dimasukkan dalam skuad, menjadikan total pengeluaran Al Hilal sekitar 206 juta euro. Hal ini menempatkan Al Hilal sebagai klub dengan pengeluaran tertinggi di bursa transfer, jauh mengungguli Al Ahli yang berada di posisi kedua dengan 84,2 juta euro.
Meskipun demikian, keputusan untuk melepaskan Malcom, pemain sayap kanan yang telah berkontribusi signifikan, diragukan banyak pihak. Al Hilal kini hanya mengandalkan Sultan Al-Mandash di posisi tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan lini serang tim. “Kehilangan Malcom adalah langkah mundur, terutama mengingat performanya selama ini.” ujar seorang pengamat sepak bola.
Keputusan untuk mendatangkan Martinelli dan Summerville di sisi yang sama membuat skuad Al Hilal tampak timpang. Kembalinya kapten Salem Al-Dawsari dari cedera juga menjadi dilema baru bagi pelatih, karena dia harus bersaing dengan dua pemain baru tersebut. Pertanyaan besar pun muncul mengenai visi transfer Al Hilal yang tidak memperkuat posisi sayap kanan.
Al Hilal saat ini memiliki 11 pemain asing, namun hanya bisa menampilkan tujuh dalam laga resmi. Perencanaan yang buruk mengakibatkan mereka melepas Abdullah Radif, penyerang muda yang dapat menjadi solusi bagi skuad saat ini. “Ketidakstabilan di lini depan dapat memengaruhi performa tim secara keseluruhan.” kata analis strategi permainan.
Pertahanan Al Hilal juga menjadi sorotan, karena klub ini sama sekali tidak mendatangkan bek baru di bursa transfer, meskipun kekurangan pemain di posisi tersebut sudah terlihat akibat cedera. Inzaghi pun terpaksa mengandalkan gelandang utama, Ruben Neves, sebagai bek saat krisis terjadi.
Dengan Richard Hughes yang baru saja diangkat sebagai direktur olahraga, Al Hilal diharapkan untuk mengevaluasi kembali pendekatan mereka dalam transfer di masa mendatang. “Penting untuk menyusun rencana yang matang, bukan hanya membeli nama besar.” kata Hughes, menekankan pentingnya perencanaan strategis dalam membangun tim.
Sebagai penggemar sepak bola di Indonesia, saya merasa penasaran dengan langkah-langkah yang akan diambil Al Hilal ke depan. Banyak dari kita yang berharap mereka dapat menemukan keseimbangan antara investasi dan perencanaan untuk membangun tim yang lebih solid, yang mampu bersaing di pentas Asia dan dunia.





