Olahraga

Kylian Mbappe dan Sang Adik Terlihat Berbeda di Liga Champions

Jakarta, Maret.id — Dua bersaudara Kylian dan Ethan Mbappe mengalami malam yang bertolak belakang di pentas Liga Champions Eropa. Kylian tampil gemilang dengan Real Madrid, sementara Ethan menarik perhatian negatif bersama Lille.

Dalam laga melawan Inter Milan, Kylian Mbappe membuka keunggulan untuk Real Madrid pada menit ke-14. Ia berhasil mencuri bola dari pertahanan Inter dan melepaskan tembakan akurat ke gawang. Dengan tambahan gol ini, Kylian kini mengemas 71 gol di Liga Champions, menyamai rekor Raul Gonzalez dan masuk dalam daftar lima pencetak gol terbanyak di sejarah kompetisi ini.

Di sisi lain, Ethan Mbappe menunjukkan performa menjanjikan saat Lille menghadapi Real Betis. Ia menciptakan assist untuk gol pembuka timnya yang dicetak oleh Ouda pada menit ke-12. Namun, pertandingan berubah ketika Real Betis bangkit dan berbalik unggul 3-2 setelah sempat imbang 2-2.

Nasib buruk menimpa Ethan pada menit ke-56, saat ia menerima kartu merah. Dalam waktu 44 menit, performanya berubah drastis dari pencetak assist menjadi pengusir timnya sendiri dalam situasi kritis saat Lille berusaha mengejar ketertinggalan.

Menurut data dari Opta, “Ethan Mbappe hari ini mencatatkan assist pertamanya di Liga Champions Eropa” dalam pertandingan tersebut. Kylian Mbappe juga menunjukkan ketajaman yang sama, mencetak gol pertamanya di musim ini dan mengungkapkan ambisinya untuk bersaing merebut gelar top skorer.

Ethan, yang berusia 19 tahun dan 253 hari, menjadi pemain termuda yang diusir dari Liga Champions mewakili klub Prancis. Dalam konteks ini, data dari akun Mister Chip menyebutkan bahwa keluarga Mbappe telah mencatatkan total 97 kontribusi langsung di Liga Champions.

Menyusul peristiwa tersebut, jaringan Archivo VAR menyoroti insiden pengusiran Ethan Mbappe. “Teknologi bantuan wasit video (VAR) menggunakan kaca pembesar dalam pertandingan Lille melawan Real Betis. Ethan Mbappe memukul Natan dengan sikunya setelah bek tersebut mengatakan sesuatu kepadanya,” ungkap mereka. Mereka menegaskan bahwa keputusan wasit untuk mengusir Ethan adalah kesalahan fatal, seharusnya kartu kuning untuk Natan yang memprovokasi.

Reaksi dari penggemar sepakbola di Indonesia pun muncul dengan beragam. “Kylian adalah bintang kita, tapi sayang sekali Ethan harus belajar dari kesalahan ini. Diharapkan ia bisa kembali dengan lebih baik di masa depan,” kata Agus, seorang penggemar sepakbola asal Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button