Olahraga

Erick Thohir Bantah Banjir di Nagoya Hentikan Kegiatan Atlet Asian Games

Jakarta, Maret.id — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengonfirmasi bahwa banjir yang melanda Nagoya, Jepang, berdampak terhadap persiapan atlet untuk Asian Games.

Erick menyatakan bahwa Pemerintah Aichi-Nagoya telah menghentikan seluruh kegiatan guna menjamin keselamatan para atlet dan peserta yang ada di wilayah tersebut. “Chief de Mission tadi melaporkan bahwa memang dari pemerintah Aichi-Nagoya hari ini menyetop seluruh kegiatan untuk memastikan keamanan para atlet yang hadir dan peserta di sana,” kata Erick di Istana Kepresidenan, Rabu, 9 September 2026.

Meski demikian, Erick menekankan bahwa penghentian kegiatan ini tidak akan membatalkan pelaksanaan Asian Games secara keseluruhan. “Tetapi bukan berarti Asian Games-nya berhenti. Nah, mereka coba konsolidasi memastikan semua bisa berjalan baik,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia masih dalam tahap menunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah Jepang, khususnya yang berkaitan dengan Kota Aichi-Nagoya. “Kita tunggu 1-2 hari ini seperti apa dari kebijakan Pemerintah Jepang dan khususnya Pemerintah Kota daripada Aichi-Nagoya,” imbuhnya.

Menurut laporan Reuters, Wali Kota Nagoya memastikan bahwa kondisi terkini tidak akan mengganggu pelaksanaan Asian Games. Hujan deras menyebabkan beberapa ruas jalan terendam banjir dan air masuk ke beberapa venue olahraga yang akan digunakan. Asian Games direncanakan berlangsung mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Dilaporkan bahwa sekitar 400 orang, termasuk staf dan atlet, harus dievakuasi akibat hujan deras yang melanda.

Sebagai seorang penggemar olahraga Indonesia, saya berharap situasi ini segera membaik. Asian Games adalah peluang besar bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan prestasi di kancah internasional. Setiap perkembangan harus diikuti dengan seksama agar semua pihak dapat mempersiapkan diri dengan optimal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button