Olahraga

Rodri minta maaf atas kritik pedas terhadap Barcelona

Jakarta, Maret.id — Gelandang FC Barcelona, Rodri, merasa kesal setelah rekaman percakapannya yang dilakukannya saat laga tandang melawan Valencia minggu lalu tersebar luas. Barcelona meraih kemenangan besar 5-0 di Mestalla, tetapi Rodri tidak terkesan dengan performa Valencia. Ia terlihat berbicara secara terbuka kepada dua rekannya di bangku cadangan.

Rodri ditarik keluar oleh pelatih Hansi Flick setelah satu jam pertandingan berlangsung saat skor sudah 3-0. Rekaman dari Movistar Plus Deportes menunjukkan Rodri berdiskusi dengan Pau Cubarsí di sebelahnya.

“Sangat lemah,” kata Rodri. “Mereka benar-benar sangat buruk, ya? Wah, sangat lemah. Bagaimana performa mereka musim lalu?” tanya Rodri. “Mereka nyaris ke Eropa,” jawab Cubarsí, merujuk pada Valencia yang terpaut dua poin dari tiket ke Conference League.

Rodri tampak terkejut mendengar jawaban tersebut, bahkan mendengarkan dengan mulut ternganga. Ia juga sempat berbincang dengan Gavi, menyoroti bahwa Valencia “bahkan tidak melewati garis tengah pada babak kedua.”

Rekaman tersebut menarik perhatian media, termasuk Movistar, yang mengungkapkan kekecewaan Rodri. Menurut laporan dari media Valencia, À Punt, Rodri telah menghubungi kapten Valencia, José Luis Gayà, untuk menjelaskan situasinya dan menyampaikan permintaan maaf.

Rodri, yang merupakan kapten timnas Spanyol, memiliki hubungan baik dengan Gayà dari pengalaman di tim nasional. Ia menekankan bahwa komentarnya diucapkan dalam konteks pribadi dan menyesali jalannya rekaman tersebut yang berpotensi menghina pemain Valencia.

Rodri meminta Gayà untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada tim Valencia. Media COPE melaporkan bahwa Rodri akan merilis pernyataan resmi setelah pertandingan Liga Champions melawan Feyenoord pada Rabu malam.

Pemain asal Madrid berusia 30 tahun ini bergabung dengan Barcelona sejak awal musim ini, direkrut dari Manchester City dengan biaya sekitar 70 juta euro. Dia telah bermain dalam tiga pertandingan untuk klub barunya.

Menanggapi insiden ini, komentator olahraga Indonesia, Tommy Damanhuri, mengatakan, “Kehendak untuk bersaing itu kuat, tetapi perlu diingat bahwa setiap pemain memiliki martabat. Kita harap ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button