NOC Indonesia Persiapkan Safeguarding Officer untuk Jamin Keselamatan Atlet di Asian Games 2026

Jakarta, Maret.id — Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memperkuat perlindungan dan kesejahteraan Kontingen Tim Indonesia yang akan berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Langkah ini diambil dengan menugaskan dua Safeguarding Officer tersertifikasi untuk mendampingi kontingen selama ajang multievent olahraga terbesar di Asia tersebut.
Kedua Safeguarding Officer yang ditunjuk adalah Tabitha Sumendap dan Dr. Sophia Hage. Mereka telah menyelesaikan pelatihan dan mendapatkan sertifikasi dari Safe Sport Commission Singapore.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya NOC Indonesia untuk meningkatkan penerapan prinsip safe sport, perlindungan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap hak setiap individu di lingkungan olahraga.
Selama Asian Games 2026, Tabitha dan Sophia akan memberikan edukasi, pendampingan, dan panduan awal kepada atlet serta official, juga akan membantu koordinasi terkait keselamatan dan kesejahteraan.
Untuk memastikan akses yang mudah, keduanya akan bergerak secara mobile ke venue pertandingan maupun Athlete Village. “Safe guardian bukan hanya tentang menangani ketika terjadi sesuatu yang salah, tetapi membangun budaya olahraga yang mengedepankan keselamatan, rasa hormat, martabat, dan kesejahteraan setiap individu,” jelas Tabitha dalam keterangan resmi NOC Indonesia.
Tabitha menekankan bahwa partisipasi mereka di Aichi-Nagoya merupakan kesempatan untuk menerapkan praktik safe sport dalam kompetisi internasional. Hal ini diharapkan dapat mengembangkan praktik safeguarding lebih luas di Indonesia.
“Kami ingin safeguarding menjadi budaya, bukan sekadar prosedur. Apa yang kami praktikkan dan pelajari di Aichi-Nagoya akan membantu pengembangan kapasitas menuju LA 2028,” ungkapnya.
Dr. Sophia Hage, yang juga bertindak sebagai Medical Doctor Tim Indonesia dan anggota Safeguarding Taskforce NOC Indonesia, menyoroti pentingnya aspek kesehatan dan keselamatan atlet. “Kesehatan dan keselamatan atlet bukan hanya persoalan medis. Atlet juga harus merasa aman, dihormati, didengar, dan terlindungi dalam lingkungan olahraga,” kata Sophia.
Menanggapi langkah NOC Indonesia, pengamat olahraga lokal, Andi Saputra, menyatakan, “Langkah ini sangat penting untuk menjaga keselamatan atlet Indonesia. Harapannya, lebih banyak negara mengikuti contoh ini.”





