Prestasi Indonesia di Asian Para Games 2026 Meledak CdM Minta Perpanjang Pelatnas

Jakarta, Maret.id — Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi luar biasa di Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang. Raihan medali Indonesia melampaui target awal dengan lebih dari 100 persen, sebuah pencapaian penting menjelang ajang besar selanjutnya.
Indonesia mengikuti 12 cabang olahraga dengan total 103 atlet, berhasil meraih tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Capaian ini terbilang mengesankan, terutama mengingat absenya tim catur yang sebelumnya berkontribusi besar pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China.
Hingga malam terakhir perhitungan medali pada 23 Oktober 2026, Indonesia tercatat mengoleksi 14 medali emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebelum keberangkatan, menjadikan Indonesia dua kali lipat lebih baik dalam perolehan medali emas.
“Sebuah kebanggaan bagi kami, kami sudah mendapatkan 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Ini telah melampaui target kami yang hanya tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu,” jelas Reda Manthovani, Chef de Mission Kontingen Indonesia di Jakarta.
Reda juga menekankan bahwa keberhasilan ini sekaligus menandakan bahwa pemerintah perlu meningkatkan pembinaan atlet. Menurutnya, program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang berkelanjutan menjadi kunci untuk konsistensi performa atlet muda.
“Asian Para Games 2026 bukan hanya soal medali, tetapi juga menjadi tolok ukur bagi potensi atlet kita untuk menghadapi ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028,” kata Reda. Ia mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memperpanjang durasi Pelatnas agar atlet dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Melihat prestasi ini, penggiat olahraga di Indonesia pun merasa bangga. “Ini adalah bukti bahwa atlet kita bisa bersaing di level internasional. Saya berharap dukungan terhadap atlet terus meningkat,” kata seorang pengamat olahraga, Adi Prasetyo.





